BPKP Sulut: Kunci Pengelolaan Keuangan Ada di Perencanaan

.

MANADO – Sebagai upaya meningkatkan kemampuan pelaporan dan penyusunan laporan keuangan, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara menyelenggarakan Bimbingan Teknis bagi pejabat pengelola keuangan SKPD se-Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui aplikasi SIMDA Next G atau FMIS (Financial Management Information System), Rabu (12/01).

Wakil Bupati Bolmut Amin Lasena dalam arahnya mewakili Bupati yang juga sekaligus membuka kegiatan tersebut menyampaikan pengelolaan dan penatausahaan keuangan harus diwujudkan dengan hasil yang baik dan dapat dipertanggunjawabkan. Melalui aplikasi SIMDA Next G atau FMIS diharapkan pengelolaan dan penatausahaan keuangan APBD tahun 2022 dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, melalui bimtek yang diselenggarakan, Wabup mengharapkan agar para peserta bimtek dapat menerima serta memahami dengan sungguh-sungguh seluruh materi yang akan diberikan oleh tim dari Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Utara. Tambahnya, dalam pelaksanaan program dan implementasi pengelolaan dan penatausahaan keuangan daerah melalui aplikasi FMIS tersebut dapat berjalan dengan baik dan tidak ditemukan kendala untuk ke depannya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Utara Beligan Sembiring bertindak sebagai keynote speech menjelaskan bahwa akuntabilitas dan perencanaan dalam pengelolaan dan penatausahaan keuangan daerah merupakan hal yang penting. Akuntabilitas, tambahnya, merupakan salah satu asas umum dalam penyelenggaraan negaramelalui prinsip dasar dari good and clean government. Artinya, semua pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia menambahkan, perencanaan yang bijak dan cermat dapat mencapai hasil yang maksimal serta dapat berdampak baik bagi kemakmuran masyakarat.

“Kuncinya ada di perencanaan. Salah perencanaan, sama dengan merencanakan kesalahan. Sudah disusun rencana dengan menggunakan waktu dan pikiran yang cukup melelahkan, tapi kita merencanakan kesalahan," ungkapnya.

Kaper menambahkan Aplikasi SIMDA Next G atau FMIS tersebut merupakan aplikasi SIMDA yang dikembangkan untuk mempermudah dalam penatausahaan serta pengelolaan keuangan pemerintah daerah.

Karena itu, ia meminta agar peserta dapat serius dan cermat dalam mengikuti pelatihan. Kaper juga berharap, dengan pelatihan yang diadakan dapat memahami lebih dalam dan lebih detail mengenai proses penggunaannya.

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta Manado tersebut, diikuti oleh jajaran pejabat SKPD pengelola keuangan se-Kabupaten Bolmut.

(Kominfo BPKP Sulut/TH)