BPKP Komitmen Dorong Kemandirian Alat Kesehatan Indonesia

.

JAKARTA - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki) melakukan rapat bersama guna mengevaluasi dan mengetahui situasi dan kondisi industri kesehatan dalam negeri.
 
Deputi Kepala BPKP Bidang PIP Bidang Polukam PMK Iwan Taufiq Purwanto mengatakan, situasi dan kondisi di Indonesia masih dalam pandemi Covid-19. Oleh karena itu, kita tidak boleh terus menerus bergantung alat kesehatan dari luar negeri. 
 
Menurutya, Indonesia merupakan negara dengan pangsa pasar alat kesehatan yang sangat besar, bahkan salah satu yang terbesar di dunia. Potensi ini terlihat dari besarnya penduduk indonesia, yang juga mempengaruhi besarnya kebutuhan akan alat kesehatan. 
 
"Untuk itu BPKP berkomitmen  mendorong kemandirian industri alat kesehatan dalam negeri," katanya seusai menggelar rapat, pada Selasa (30/11).
 
Iwan tak memungkiri saat ini pasar alat kesehatan di Indonesia masih didominasi oleh produk impor yang di mana alat kesehatan tersebut merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari konsep ketahanan nasional di bidang kesehatan.
 
"BPKP berupaya untuk dapat mengurai permasalahan yang selama ini menjadi hambatan bagi perkembangan industri alat kesehatan dalam negeri," tutupnya.
 
Diketahui, rapat bersama Aspaki digelar di ruangan Deputi Bidang PIP Bidang Polhukam PMK Iwan Taufiq Purwanto turut serta dihadiri Ketua Umum Aspaki Ade Tarya dan Sekjen Aspaki, dan perwakilan dari deputi terkait.
 
(Tim Kominfo BPKP/ FR)