BPKP Kalbar Kawal Pembangunan PLBN Jagoi Babang

.

BENGKAYANG (1/11) – Memasuki 30% progres pengerjaan kontruksi, Perwakilan BPKP Kalimantan Barat menyambangi proyek pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat. Kunjungan Tim BPKP Kalbar dilakukan guna memantau proses pembangunan sesuai koridor peraturan berlaku melalui reviu secara berkala.

“Pengerjaan PLBN Jagoi Babang ini termasuk dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 (sebelas) Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Dengan hadirnya PLBN ini diharapkan dapat memperkuat kedaulatan NKRI dan menciptakan pertumbuhan ekonomi di perbatasan,” demikian disampaikan Pengawas Internal Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Barat Abdul Azis saat mendampingi kunjungan Tim BPKP Kalbar yang dikomandoi oleh Koordinator Pengawasan Bidang P3A BPKP Kalbar B. Fredy Joko Susilo dan tim pada Senin, 1 November 2021 di Site Project Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat.

Sejalan dengan proyek berjalan, Azis menuturkan bahwa terdapat beberapa hambatan yang menghadang proyek pembangunan. “Pembebasan lahan masyarakat di Zona Penunjang 2 yang pada saat ini sudah dalam proses pembayaran dan intensitas curah hujan yang tinggi membuat pekerjaan konstruksi tanah sedikit terhambat,” ujar Azis.

Menanggapi pernyataan Azis, B. Fredy Joko Susilo dari pihak Perwakilan BPKP Kalbar mengatakan bahwa hambatan terkait pembebasan tanah secepatnya harus diselesaikan. Dengan begitu, tidak ada lagi kegamangan terhadap lahan yang digunakan dalam proyek. “Terkait curah hujan, kami berharap tim konstruksi dan manajemen konstruksi bekerja sama dalam memitigasi risiko. Misalnya dengan langkah-langkah strategik untuk menanggulangi kondisi curah hujan yang dapat menghambat pembangunan,” tambah Fredy.

Dalam kesempatan tersebut, Pengawas Internal Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Barat Abdul Azis yang mendampingi Tim BPKP Kalbar, Quality Control WIKA Gedung J. Lukman, dan Inspector Manajemen Konstruksi PT. YODYA KARYA Riswandi melakukan pemantuan progres mengatakan bahwa pengerjaan pembangunan PLBN saat ini telah mencapai sekitar 30% dan progres ini sesuai dengan perencanaan diharapkan akan selesai di akhir Juli 2022.

Mengakhiri kunjungannya, Fredy berharap hadirnya BPKP Kalimantan Barat dapat turut memberikan kontribusi dalam pemecahan hambatan yang timbul dalam jalannya proyek pembangunan PLBN Terpadu Jagoi Babang sesuai dengan aturan yang berlaku. Sehingga pembangunan dapat berjalan lancer, sesuai target yang telah direncanakan, yang pada gilirannya masyarakat pun akan mendapatkan manfaat yang besar dari proyek ini.

 

(Tim P3A BPKP Kalbar/Elmia)