Gandeng BPKP Kalbar, Perumdam Tirta Muare Ulakan Optimis Tingkatkan Kinerja

.

SAMBAS (22/11) – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Muare Ulakan Sambas membuat terobosan dengan program Fasminumas, atau Fasilitas Air Minum bagi Masyarakat. Dengan evaluasi dan pendampingan BPKP Kalbar, paragdigma perumdam ini diharapkan berubah, yang berdampak bagi kemajuan perusahaan dan peningkatan kualitas dan peningkatan ketersediaan air minum bagi masyarakat.

“Ketersediaan air minum yang berkualitas bagi masyarakat menjadi salah satu janji dan concern Bupati Sambas. Dengan berpatokan itu, Tirta Muare Ulakan meneroboskan program Fasminumas, Fasilitas Air Minum bagi Masyarakat. Sekarang bukan saatnya lagi berbicara mengenai problematika air minum yang telah lama mendera kita. Saat ini, sudah saatnya kita fokus untuk menyukseskan program ini. Dengan menjaga fasilitas yang sudah disediakan pemerintah daerah melalui pemerintah pusat dengan optimalisasi sumber-sumber air dengan bantuan BPKP Kalimantan Barat, kita harapkan dapat terus membantu ketersediaan air minum yang berkualitas untuk masyarakat Sambas,” demikian disampaikan Kepala Sekretariat Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Muare Ulakan Kabupaten Sambas Suhut Firmansyah didampingi Direktur Perumda Air Minum Tirta Muare Ulakan Arpandi dalam pembukaan Pelatihan Penerapan Good Corporate Governance Melalui Penegakan Standard Operating Procedure (SOP) pada Senin, 22 November 2021 di Hotel Pantura Jaya, Sambas.

Lebih lanjut Suhut mengatakan bahwa dengan hadirnya BPKP Kalbar dalam mendampingi Perumdam Tirta Muare Ulakan akan mengubah cara pandang, paradigma, dan pola pikir untuk menyesuaikan hidup di masa lalu, masa kini, dan sekaligus untuk masa depan. “Tiga masa sekaligus menjadi alur pikir untuk mengembangkan potensi yang seharusnya,” ujar Suhut.

“Hal terpenting yang harus diingat oleh seluruh elemen bahwa silakan bekerja dengan sepenuh hati,” pesan Suhut kepada seluruh elemen Perumdam Tirta Muare Ulakan Sambas.

Senada dengan Suhut, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat Dikdik Sadikin yang diwakili oleh Koordinator Pengawasan Bidang Akuntan Negara Anto Hendrarto menyebut bahwa dengan bekerja sepenuh hati, niscaya pencapaian kinerja akan lebih baik. Dengan demikian, Perumdam dapat menjadi lebih sehat dan pegawai lebih sejahtera.

Dalam pencapaian ke arah itu, PFA Bidang AN BPKP Kalbar Andri Tantyo memaparkan pentingnya implementasi Good Corporate Governance terkait dengan Standard Operating System (SOP) dan aturan perilaku yang harus disosialisasikan secara koordinatif.

“Penerapan GCG dasarnya adalah komitmen. Tanpa komitmen, maka implementasinya akan goyah. Akan ambruk seperti bangunan. Sebaik apapun infrastruktur dan pengendaliannya, apabila tidak dibarengi dengan komitmen secara individu, cepat atau lambat bangunan itu akan rubuh,” tegas Andri.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Perumdam Tirta Muare Ulakan Sambas Arpandi menyebut perlunya pemahaman pegawai terkait visi dan misi Perumdam agar bisa dicapai melalui penerapan GCG.

Penerapan GCG itu antara lain dilakukan dengan merumuskan peraturan SOP. Dengan peraturan ini, akan terbangun kejelasan siapa mengerjakan apa sesuai tanggungjawab pegawai masing-masing. Akuntabilitas dan transparansi menjadi jelas. “Hal ini akan membuka jalan bagi perusahaan untuk menerapkan sistem reward dan punishment kepada para pegawai dengan ukuran yang obyektif. Dengan dorongan semacam ini, pada gilirannya kinerja perusahaan akan meningkat,” ujar Arpandi.

Tak hanya itu, dalam kegiatan yang dihadiri seluruh elemen Perumdam, Direktur Arpandi menyadari pihak eksternal atau stakeholders banyak menaruh harapan besar pada Perumda Tirta Muare Ulakan Sambas. Untuk memenuhi harapan tersebut, Arpandi mengatakan pihaknya membutuhkan dukungan dan partisipasi dari seluruh jajaran Perumdam. “Di sini, sosialisasi peraturan menjadi penting agar pegawai memahami batas-batas yang harus diikuti sekaligus sebagai panduan mereka untuk bekerja dan berkinerja. Selain itu, informasi dan komunikasi pun menjadi bagian yang harus berjalan baik agar kebijakan dapat dijalankan secara tepat, dan kendala dapat diselesaikan dengan lancar tanpa dampak negatif,” ujar Arpandi.

Untuk itu, Arpandi mengajak peserta yang hadir untuk memiliki komitmen agar berubah. Menjadikan kinerja perusahaan lebih baik dengan memberikan evaluasi ke dalam, kepada diri sendiri sebagai pewaris di perusahaan, bukan kepada orang lain.

“Kemauan yang kerasatas penerapan nilai-nilai kebaikan harus selalu kita perjuangkan. Baik buruknya perusahaan ini tergantung dari kita. Jangan sampai kurangnya komitmen menjadi persoalan yang menghambat pekerjaan. Mari kita biasakan hal-hal yang positif,”ajaknya.

"Di awal tahun 2022 kami merencanakanbanyak program terkait dengan GCG. Semoga kita bisa memahami dan melaksanakan, mengukur, dan mengevaluasi penerapan GCG ini bersama-sama. Kami berharap BPKP memberikan masukan dan bimbingan kepada kami agar mekanisme dan aturan yang dijalankan tidak keluar dari format peraturan yang ada. Forum formal dan informal terkait GCG juga dilakukan di cabang unit. Sehingga pemikiran, arah gerak, dan perubahan, mencapai  tanggapan yang positif sebelum ditetapkan sebagai sebuah kebijakan,” pungkas Arpandi.

 

(Kominfo BPKP Kalbar/NAS/AN)