BPKP Pastikan Penanganan Limbah B3 Medis di Maluku Utara Sesuai Prosedur

.

TERNATE - Di masa pandemi, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis Covid-19 banyak dihasilkan oleh rumah sakit, fasyankes tingkat pertama, laboratorium kesehatan daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun tempat isolasi saat menangani pasien positif Covid-19.

Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara melakukan monitoring atas penanganan limbah B3 Medis Covid-19 yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah di wilayah Provinsi Maluku Utara. Pegawasan tersebut dilaksanakan sejak tangga 11 sampai dengan 15 Oktober 2021.

Tujuan dari kegiatan monitoring ini adalah untuk memperoleh informasi terkait dengan penanganan limbah B3 medis Covid-19 yang terdiri dari 5 aktivitas, antara lain pemilahan, pengumpulan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan dan penimbunan yang dilaksanakan di daerah serta mengidentifikasi kendala/hambatan dalam pelaksanaan penanganan limbah B3 medis Covid-19 tersebut.

(Kominfo BPKP Malut)