CGCAE, Solusi Pengembangan Kompetensi Para Bos APIP

.

JAKARTA (21/10) - Setelah pelatihan bagi Kelas A usai dilakukan, kini Pelatihan Certification of Government Chief Audit Executive (CGCAE) Angkatan 16 untuk Kelas B digelar selama 2 hari pada 21-22 Oktober. Pelatihan ini diikuti oleh 13 peserta yang terdiri dari inspektur jenderal dan inspektur utama di kementerian/lembaga. Pembukaan acara dilakukan di Auditorium Gandhi Kantor Pusat BPKP oleh Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh.

Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi bagi para pimpinan atau calon pimpinan APIP dan membantu perbaikan tata kelola K/L/D melalui mengembangkan kompetensi di bidang pengawasan internal.

Dalam sambutannya, Yusuf Ateh mengatakan bahwa efektivitas belanja pemerintah harus dikawal untuk menjamin akuntabilitas dan manfaatnya. “Di sinilah salah satu tugas kita sebagai APIP untuk hadir memberikan jaminan akuntabilitas dan kebermanfaatan bagi penggunaan keuangan negara dan daerah,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa untuk dapat mengikuti kecepatan pelaksanaan program-program pemerintah, APIP wajib meningkatkan kualitas pengawasan internnya. Kondisi perubahan lingkungan strategis sebagai dampak pandemi Covid-19 harus mendorong pengawasan intern yang semakin berkualitas. Salah satu kunci peningkatan kualitas pengawasan adalah SDM-nya, terlebih para pimpinannya.

“Tentu kita juga menyadari bahwa kita sebagai pimpinan perlu juga meningkatkan pemahaman pengawasan. Oleh karena itu, diklat CGCAE ini hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ucapnya.

Selain membangun kompetensi teknis, sertifikasi CGCAE ini juga berfokus pada kompetensi yang dibutuhkan agar pimpinan APIP mempunyai manajerial pengawasan yang lebih efektif dalam pengawasan. Sertifikasi juga CGCAE dapat menjadi solusi audit eksekutif untuk mengembangkan kompetensi yang diperlukan seorang pimpinan APIP terlepas dengan latar belakang yang berbeda.

Salah satu sesi unggulan dari pelatihan ini adalah Expert Talk, yang pada kesempatan kali ini menghadirkan Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Setia Untung Arimuladi dengan paparan “Peran Penting Pengacara Negara dalam Upaya Kolaborasi Mengawal Akuntabilitas Penyelenggaraan Negara”. 

Setia  mengatakan bahwa peningkatan kompetensi APIP sesuai Standar Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi serta pelatihan CGCAE sangat penting, mengingat anggaran belanja yang mencapai 2.750 triliun dan PC PEN sebesar Rp356,5 triliun yang tentunya memerlukan pengawasan yang ketat. Selain itu, korupsi juga kerap terjadi pada penanganan Covid-19. 

Turut hadir pada pembukaan pelatihan, Sekretaris Utama BPKP, para Deputi Kepala BPKP, Kepala Pusdiklatwas BPKP, para Inspektur Jenderal, dan Inspektur Utama Kementerian/Lembaga.

(Kominfo BPKP/ws/gr)