BPKP Sulbar Sosialisasikan Panduan Pengawasan Vaksinasi Covid-19

.

MAMUJU (25/02) - Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat mengadakan workshop dengan materi TAO (Tentative Audit Objective) pada Pengawasan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Provinsi Sulawesi Barat.

Acara dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh auditor, pengawas dari BPKP Sulbar, serta seluruh APIP di Sulawesi Barat. Workshop dipandu oleh Korwas Bidang P3A Sigit Satrio Wibowo sebagai moderator dan Untung Subagyo dan Auditor pada BPKP Sulbar Muhammad Denny Murappal sebagai narasumber.

Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat Hasoloan Manalu. Hasoloan Manalu menyampaikan bahwa TAO merupakan pedoman atau panduan bagi auditor dalam melaksanakan penugasan pengawasan untuk mengidentifikasi titik kritis pelaksanaan suatu kegiatan yang dilakukan pengawasan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan, TAO yang telah diindentifikasi ini akan berkembang, dapat bertambah, berkurang, atau berubah sesuai dengan yang terjadi di lapangan.

Hasoloan Manalu secara singkat menyampaikan paling tidak terdapat lima kelompok TAO, yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat administrasi. Hasoloan Manalu berharap dengan adanya workshop ini dapat membantu APIP di Sulawesi Barat dalam membuat laporan hasil pengawasan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang berkualitas serta tepat waktu, yang dapat memberikan nilai tambah pada pelaksanaan vaksinasi.

Acara selanjutnya adalah paparan materi oleh Untung Subagyo, yang menjelaskan secara detail TAO level kabupaten, provinsi, dan fasyankes mulai perencanaan, monitoring, hingga sarana prasarana dan logistik. Secara gamblang Untung menjelaskan bahwa TAO pada pengawasan pelaksanaan vaksinasi dikelompokkan menjadi 5 Tepat, yaitu tepat sasaran, tepat waktu, tepat kualitas, tepat jumlah, dan tepat administrasi.

Setelah paparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan sharing mengenai perkembangan audit di lapangan. Peserta workshop aktif dalam mengajukan topik diskusi kepada narasumber, dan direspon dengan baik oleh Untung bersama Denny disertai contoh kondisi yang dijumpai pada saat melakukan audit di fasyankes, sehingga workshop ini berjalan secara dua arah.  

 

(Kominfo BPKP Sulbar)