Kepala BPKP Ingatkan Pentingnya Data

.

JAKARTA (17/2) - Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh menekankan pentingnya data valid dan akurat dalam menyusun kebijakan strategis serta membuat laporan. Sebab, tanpa data proporsional mustahil dapat merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. 
 
"Data itu penting bagi kita dalam menjalankan pengawasan, sekarang kita cari sama-sama bagaimana caranya data kita itu dipakai sebagai rujukan oleh Presiden Jokowi dalam mengambil kebijakan," imbuhnya dalam Bincang Pagi bersama dengan Deputi Polhukam PMK. 
 
Ateh mendorong semua unit kerja di BPKP untuk bersinergi dan berkolaborasi agar pengelolaan data di kemudian hari dapat tersaji dengan baik. Apalagi kata dia, Presiden Jokowi selalu menekankan pentingnya data.
 
"Semakin banyak data yang bisa kita kumpulkan itu semakin bagus," ucapnya. 
 
Mantan Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PANRB itu menambahkan, ke depannya BPKP harus bekerja dengan data dan fakta di lapangan karena hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengatur strategi dalam menghadapi perubahan yang cepat dan dinamis. 
 
Seperti diketahui, di pelbagai kesempatan Presiden Jokowi mengatakan data akurat adalah kekayaan baru yang sangat berharga saat ini, bahkan nilainya bisa lebih berharga daripada minyak.
 
Menurutnya, data yang valid dibutuhkan dalam menyusun perencanaan, anggaran, kemudian membuat kebijakan hingga mengeksekusi kebijakan tersebut untuk hasil yang efektif.
 
Oleh karenanya, Presiden terus mengingatkan jajaran pejabat pemerintahan agar tidak merencanakan dan mengambil keputusan tanpa data. Terlebih, jika keputusan penting diambil hanya berdasarkan asumsi atau perasaan semata.
 
(Kominfo BPKP/ Rizky)