Pengawasan PC-PEN, Bukan Pengawasan Biasa

BALI (19/11) - Saat ini, pemerintah tengah memprioritaskan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN). BPKP melakukan pengawasan intern pada program PEN, implementasi UU Cipta Kerja, serta penguatan Governance, Risk, dan Compliance (GRC) pada instansi pemerintah dan BUMN selaku agen pelaksana PC-PEN.

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh mengatakan bahwa strategi penyusunan informasi hasil pengawasan sangatlah penting. Untuk itu, auditor harus dapat menyampaikan informasi strategis yang komperhensif terkait akuntabilitas dan efektifitas program pembangunan yang menjadi prioritas presiden. “Auditor Presiden harusnya memberikan informasi yang benar-benar valueable, yang benar-benar bernilai,” ujar Yusuf Ateh. Dalam hal ini, membuat tools pengawasan menjadi tantangan wajib yang harus dituntaskan para auditor.

Selain itu, ia menyebut penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) harus berorientasi hasil dan mampu memberikan manfaat konkret dalam melakukan perbaikan yang bermuara pada kinerja yang lebih berkualitas. “Selain kita meng-assess/melakukan penilaian karena kita adalah pembina kita harus bisa membantu melakukan perbaikan-perbaikan. Assess dan assist itulah peran pembina, jadi bukan hanya sekadar penilaian,” tegasnya. 

Yusuf Ateh menambahkan kebijakan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus mampu mendukung peningkatan dan pemerataan kualitas hasil pengawasan, maka diperlukan sistem pengembangan pegawai yang berkelanjutan.

 

(Kominfo BPKP)