BPKP DIY Hadir dalam Penanganan Covid-19 di DIY

.

SLEMAN (19/10) - Untuk mengidentifikasi risiko terkait program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata di wilayah D.I. Yogyakarta, pada Senin (19/10) Perwakilan BPKP DIY bersama Dinas Pariwisata DIY menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) di kantor Dinas Pariwisata DIY. FGD tersebut menjadi agenda pamungkas dari serangkaian proses pendampingan pengelolaan risiko yang dilakukan Perwakilan BPKP DIY atas Program Penanganan Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di daerah yang dilaksanakan di bawah koordinasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah  Daerah D.I. Yogyakarta.

FGD dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo didampingi Sekretaris Dinas Titik Sulistyani. Singgih tidak hanya menyampaikan mengenai berbagai risiko yang mungkin terjadi di sektor pariwisata, namun juga mendiskusikan berbagai program dan kegiatan yang telah dilakukan, serta yang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat terkait pemulihan ekonomi sektor pariwisata.

Pendampingan pengelolaan risiko atas penanganan Covid-19 merupakan manifestasi kehadiran peran dan kontribusi Pewakilan BPKP DIY sebagai salah satu bagian Pokja Pengawasan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY. Risiko yang dipetakan adalah risiko terkait tiga intervensi pemerintah dalam penanganan Covid-19, yaitu Kesehatan, Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Penugasan ini membutuhkan diskusi yang mendalam dengan para pengambil keputusan di berbagai OPD terkait di antaranya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kominfo, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindag, Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan, dan Dinas Nakertrans.

FGD ini memakan waktu cukup panjang, namun para pejabat berkomitmen untuk menyelesaikan penyusunan peta risiko tersebut. Terbukti dengan hadirnya para Kepala OPD dan Sekretaris OPD. Beberapa agenda FGD juga dihadiri oleh para pejabat kunci, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata Singgih Raharjo, Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantana, Kepala Dinas Sosial Endang Patmintarsih, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Srie Nurkyatsiwi, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid 19 DIY Berty Murtiningsih, Sekretaris Dinas kesehatan Siti Badriyah, dan Sekretaris Dinas Nakertrans Sriyati.

FGD tersebut utamanya membahas secara mendalam proses bisnis OPD terkait penanganan Covid-19, tujuan yang ditetapkan, risiko yang dihadapi, langkah kegiatan terkait penangan Covid-19, dan rencana pengendalian atas risiko yang teridentifikasi. Hal ini menjadi penting mengingat pengelolaan risiko yang tepat dan efektif dapat membantu untuk mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin timbul sekaligus merespons atau mengelola risiko dengan tepat dan efektif.

Peserta FGD memiliki ekspektasi dan harapan tinggi terkait peran BPKP DIY dalam melakukan pendampingan pengelolaan risiko. Hal ini ditandai dengan pertanyaan yang terlontar di beberapa kegiatan FGD. Peserta FGD berharap BPKP dapat membantu menyusun identifikasi risiko sejak awal pandemi. Semoga melalui kegiatan pendampingan pengelolaan risiko penanganan Covid-19 ini dapat menjadi pijakan awal bagi BPKP Perwakilan DIY lebih berkiprah lebih banyak dalam mendampingi dalam penerapan manajemen risiko strategis pada pemda dan stakeholder lainnya di wilayah kerja masing-masing.

(Kominfo BPKP DIY/Ning)