Entry Meeting RB dan SAKIP BPKP Tahun 2020

JAKARTA (15/10) – BPKP mengadakan kegiatan Entry Meeting Evaluasi RB dan SAKIP Tahun 2020 bersama Tim Evaluator Kementerian PAN RB secara daring. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang video conference ini bertujuan untuk menyampaikan progres pelaksanaan RB dan SAKIP di BPKP, serta melakukan pendalaman materi pada unit kerja eselon I, Pusdiklatwas BPKP, dan Pusbin JFA BPKP. Kegiatan entry meeting ini diikuti oleh Sekretaris Utama BPKP Ernadhi Sudarmanto, Para Deputi Kepala BPKP, Direktur, Kepala Biro, Kepala Pusat, Inspektur, serta tim evaluator dari KemenPAN RB yaitu Asisten Deputi RB Kunwas Kamaruddin. 

Kegiatan entry meeting dibuka oleh Sekretaris Utama BPKP Ernadhi Sudarmanto. Ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan RB dan SAKIP di lingkungan BPKP telah dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan action plan hasil evaluasi KemenPAN RB tahun 2019. Disampaikan pula bahwa perubahan harus direncanakan agar perubahan ini menuju perbaikan dan dilakukan secara berkelanjutan sesuai dengan definisi RB dalam Perpres 81 tahun 2010. Oleh karena itu, keselarasan Roadmap RB dengan Renstra sangat penting. Di awal tahun 2020 ini, BPKP telah menetapkan tema dan quickwin RB yang merupakan inisiatif strategis bagi pelaksanaan RB hingga tahun 2024. Adapun tema tersebut adalah “Peningkatan Kapabilitas APIP Nasional untuk Mengawal Akuntabilitas Keuangan dan Pembangunan Nasional”.

Dalam penyelenggaraan RB, dikatakan Ernadhi, keterlibatan seluruh unit kerja BPKP sangatlah penting sehingga perlu mengoptimalkan keterlibatan unit kerja BPKP sesuai dengan tugas dan fungsinya. Selain itu, dalam kegiatan ini juga dibahas mengenai Zona Integritas (ZI) bagi unit kerja, Ernadhi mengatakan bahwa BPKP akan berusaha memaksimalkan jumlah unit kerja yang mencalonkan diri menjadi unit ZI menuju WBK. Adapun unit kerja yang memenuhi syarat untuk didaftarkan ZI menuju WBK adalah perwakilan BPKP Aceh, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, NTB, dan Papua. 

Terkait dengan evaluasi SAKIP, Renstra BPKP 2020-2024 menegaskan peran dan reposisi BPKP di mata stakeholder utama sebagai trusted advisor. Saat ini, BPKP sedang membuat e-SAKIP yang melibatkan millennials di empat perwakilan BPKP yang bekerja secara virtual. Ernadhi berharap dengan diadakannya evaluasi ini BPKP akan mendapatkan area of improvement dari pelaksanaan SAKIP dan masing-masing area perubahan RB, sehingga nantinya BPKP dapat memperbaiki pelaksanaan tata kelola menuju good governance yang dicita-citakan.

 

(Kominfo BPKP)