Serahkan LHP, BPKP NTB Jelaskan Empat Fokus Strategis Pengawasan

MATARAM (11/8) - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional. Pada kesempatan ini, di Kantor Gubernur Provinsi NTB, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi NTB Dessy Adin didampingi oleh Kabag TU Raden Dony Hamdani, Korwas Bidang P3A Pujito Kusworo, Korwas Bidang AN Heru Berdikariyanto, Plh Korwas Bidang APD Mugi Sugiarto, dan Plh Korwas Bidang IPP Edy Faozaeni, menyerahkan Laporan Hasil Pengawasan (LHP) Semester I Tahun 2020 kepada Bang Zul, sapaan akrab Gubernur Prov. NTB yang didampingi oleh Inspektur Prov. NTB, Ibnu Salim.

Kepala Perwakilan BPKP Prov. NTB Dessy Adin menjelaskan mengenai empat fokus strategis pengawasan BPKP, yaitu pengawalan akuntabilitas pembangunan nasional, peningkatan kontribusi ruang fiskal, pengamanan aset negara/daerah, serta peningkatan governance system.

Salah satu bentuk pengawalan akuntabilitas pembangunan nasional yang telah dilakukan oleh BPKP NTB, yakni mengenai isu strategis nasional yang sekarang ini sedang melanda hampir di seluruh penjuru negara, yaitu pandemi Covid-19. Dalam rangka percepatan penanganan dampak Covid-19, BPKP NTB telah melakukan audit atas Bantuan Sosial Tunai (BST), audit Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), serta melakukan monitoring klaim rumah sakit, distribusi alat kesehatan, dan insentif/santunan kematian tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

Dessy Adin juga menerangkan bahwa dalam peningkatan governance system, 7 dari 11 APIP di Provinsi NTB telah mencapai kapabilitas APIP level 3. Dari segi maturitas SPIP sendiri, dari 11 pemerintah daerah di wilayah Provinsi NTB, 5 pemda telah mencapai maturitas SPIP level 3 berdasarkan hasil ekspose dan 6 pemda lainnya mencapai level 3 berdasarkan QA BPKP Pusat. Laporan ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi Gubernur NTB dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dan akuntabilitas serta pembangunan dan juga memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan strategis.

Pada kesempatan ini, Bang Zul sapaan akrab Gubernur Provinsi NTB ini, juga menunjukkan hasil karya anak NTB dalam menciptakan sepeda motor listrik. “Motor ini membuktikan bahwa anak NTB mampu menciptakan sesuatu yang luar biasa dan tidak kalah dari daerah lain,” jelasnya. Motor listrik ramah lingkungan ini adalah hasil karya Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Motor listrik yang diberi nama "NgebUTS" ini dapat bertahan sampai 30 km tanpa menggunakan pedal dan 40-60 km apabila pedalnya dikayuh. Sepeda motor listrik ini, selain menggunakan tenaga listrik dari PLN sebagai sumber energinya, juga menggunakan solar sebagai tenaga pengganti listrik PLN pada motor yang sudah terpasang instalasi solar power.

(Kominfo BPKP NTB)