BPKP Riau: Bantuan Keuangan Harus Tepat Sasaran dan Tepat Jumlah

Rapat dibuka oleh Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie. Ia menyampaikan agenda ini merupakan evaluasi atau klarifikasi terhadap penyaluran Bankeu Pemprov Riau terkhusus yang telah disalurkan kepada Pemko Pekanbaru, yang kemudian Pemko Pekanbaru menyalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.

Asisten I menambahkan dinamika di BPR saat ini. BPR memberlakukan Bankeu ini sama dengan SOP menabung yang otomatis Bankeu itu tidak bisa diterima oleh masyarakat dengan secara utuh.

“Sesuai dari laporan BPR menyatakan bahwa uang itu bukan dipotong, tapi masih ada tinggal dalam tabungan tersebut sebesar Rp50 ribu. Ini mungkin harus kita berikan solusi supaya tidak melanggar," ungkap Asisten I

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau Farid Firman mengingatkan bahwa tidak ada pemotongan bantuan keuangan dan bankeu harus tersalurkan kepada penerima bantuan atau masyarakat terdampak Covid-19. Farid juga menekankan BPKP sebagai pendamping percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Riau. Ia berharap bahwa bantuan keuangan ini disalurkan tepat jumlah dan tepat sasaran kepada penerima bantuan atau masyarakat.

Turut hadir dalam pelaksanaan rapat ini, Korwas Bidang IPP Petrus Ngorantutul, Korwas Bidang APD Sumirat, Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie, Plt Inspektur Inspektorat Riau Indra Agus Lukman, Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau Syahrial Abdi, Kepala Dinas Sosial Darius Husin, Perwakilan Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau, Direksi BRK, Direksi BPR Pekanbaru, dan Kepala Cabang BRI Pekanbaru.

 

(Kominfo BPKP Riau)