BPKP Dorong Pencairan Klaim & Pemberian Insentif Nakes di Aceh

Indra Khaira Jaya menyampaikan tentang isu rendahnya pencairan klaim rumah sakit dan pemberian insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di Aceh yang sudah menjadi perhatian Presiden dalam sidang kabinet. Indra mendorong pihak-pihak terkait agar satu presepsi dan meningkatkan upaya realisasi klaim penggantian biaya perawatan pasien Covid-19, serta pemberian insentif dengan kolaborasi, sinergi, serta konsultasi yang intens dan produktif. 

Dalam kesempatan tersebut, Indra menegaskan bahwa semua unsur penunjang pencairan dana berupa ketersediaan anggaran, regulasi yang mengatur, standar, metode dan perhitungan sudah secara jelas ditetapkan sehingga hampir tidak ada lagi kendala dalam mengeksekusi anggaran yang dibutuhkan rumah sakit dan tenaga medis. Upaya ini bertujuan untuk mengakselerasi pelaksanaan yang tantangannya besar dan berisiko tinggi.

Ketua Arsada Fahrul Jamal mengapresiasi inisiatif Kepala Perwakilan BPKP Aceh. Ia mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada sosialisasi dari Kemenkes dan Arsada Pusat, namun belum selengkap yang disampaikan oleh BPKP. Ia merasa sangat puas dengan penjelasan dari tim BPKP yang informatif, mudah dipahami, serta memotivasi pencairan klaim biaya pasien dan insentif nakes. Ia juga menyampaikan harapannya untuk mendapatkan pendampingan dan bimbingan dari BPKP.

Sementara itu, Deputi Direksi BPJS Kesehatan mengatakan secara prinsip telah memberikan pelayanan dalam memverifikasi setiap pengajuan yang disampaikan oleh rumah sakit dan dinas kesehatan daerah. Hal tersebut tetap memperhatikan regulasi, petunjuk teknis, dan akuntabilitas sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Perwakilan BPKP Aceh. 

 

(Kominfo Perwakilan BPKP Aceh)