Kabupaten Kulon Progo Bersiap Memasuki AKB

Bupati Kulon Progo dalam sambutannya memaparkan hasil rapat koordinasi dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya mengenai perpanjangan status tanggap darurat sampai dengan 31 Juli 2020.  Perpanjangan status ini menjadi payung hukum bagi Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo untuk melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Sutedjo juga menyebutkan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta secara geografis dikelilingi oleh zona yang tidak hijau, seperti Kabupaten Magelang, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Purworejo. Kulon Progo saat ini masuk kategori kuning dan target berikutnya adalah persiapan menuju new normal.

Update situasi terkini di Kabupaten Kulon Progo, total ODP sebanyak 152 orang, dengan kasus positif 15 orang sehingga termasuk zona kuning. Meski demikian, Kulon Progo mendapat nilai 2,81 sebagai zona amana dari skor tertinggi 3. Beberapa indikator kesehatan masyarakat menuju new normal adalah epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan. Pemerintah Kabupaten telah menyediakan 20% tempat tidur khusus penganganan Covid-19 di RS rujukan, yaitu RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang. 

Kulon Progo akan terus siaga sementara masyarakat juga diimbau untuk ikut andil dalam menciptakan situasi kondusif. Selanjutnya, Kabupaten Kulon Progo akan menyiapkan pedoman untuk Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Target pelaksanaan persiapan AKB Kulon Progo meliputi tahap persiapan antara lain membuat SOP, tahap pelaksanaan, dan tahap pemantauan sampai dengan Desember 2020.

Kepala Perwakilan BPKP D.I. Yogyakarta memberikan masukan terkait SOP menuju AKB dan meyakinkan bahwa semua materi AKB ada di dalam peraturan Bupati. Selain itu Slamet Tulus menyampaikan untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi di mana Presiden telah meminta percepatan penyerapan anggaran. Hal ini juga akan dapat meningkatkan perekonomian Kabupaten Kulon Progo.

(Kominfo BPKP DIY/Sunarto)