Pemkot Jambi Raih Maturitas SPIP Level 3

Pemerintah Kota Jambi meraih Predikat Maturitas SPIP Level 3 dari BPKP. Penerimaan penghargaan langsung diberikan oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Rudy M. Harahap dan diterima langsung oleh Walikota Jambi Syarif Fasha. Acara diawali dengan silaturahim dan ramah tamah di rumah dinas Wali Kota Jambi. Kehadiran Rudy disambut hangat oleh Syarif Fasha dan Budidaya selaku Sekretaris Daerah Kota Jambi. Turut hadir dalam acara ini Inspektur Kota Jambi Hafni Ilyas, Asisten III Bidang Administrasi Umum Kota Jambi, Kepala OPD Kota Jambi, Camat dan Lurah se-Kota Jambi, Korwas Bidang IPP, APD dan P3A, Kabag Tata Usaha BPKP Perwakilan Provinsi Jambi, Kasubag Keuangan, dan Kasubag Umum BPKP Perwakilan Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Rudy membicarakan mengenai posisi hubungan birokrasi dengan political leadership. “Pemerintah Kota Jambi jika tidak ingin terkena OTT harus membangun sistem dan prosedur terus menerus, salah satunya SPIP,” ujarnya. Selain itu, Rudy juga menjelaskan 6 variabel yang harus dimiliki anggota organisasi agar organisasi tidak terlibat tindak pidana korupsi, yaitu sistem dan aturan, kompetensi, keberanian, program pengenalan/orientasi, pengendalian klan, dan perlindungan pemimpin (leader protection). “Di era 4.0 ini retrain tidak dapat terhindarkan. Kita harus terus mengadakan training ulang. Kepala UPT, Camat dan Lurah perlu kembali dilatih, belajar terus-menerus untuk meningkatkan kompetensi di lingkungan Pemerintah Kota Jambi,” tambah Rudy.

Sehubungan dengan telah dilaksanakannya kegiatan Quality Assurance (QA) atas Penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP pada Pemerintah Kota Jambi oleh BPKP, Syarif mengucapkan terima kasih atas dukungan yang sudah diberikan oleh BPKP Provinsi Jambi sehingga Pemerintah Kota Jambi berhasil meraih Predikat Maturitas SPIP Level 3. BPKP Jambi telah membantu dan memberikan pendampingan sehingga Laporan Keuangan Kota Jambi dari tahun 2017, yang sebelumnya dinyatakan disclaimer oleh BPK, berhasil mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sampai dengan 2019 secara berturut-turut. “Kami berterimakasih atas dukungan yang sangat, sangat, sangat luar biasa yang sudah diberikan oleh BPKP Provinsi Jambi. Tidak henti-hentinya BPKP Provinsi Jambi memberikan bimbingan, evaluasi, teguran, audit dan lain sebagainya sehingga menjadi tolok ukur kami, suatu data untuk kami melakukan hal-hal yang memang digunakan untuk perbaikan.” ucapnya.

Syarif Fasha juga berharap agar Perwakilan BPKP Provinsi Jambi mendampingi Pemerintah Kota Jambi. Sepanjang 70 tahun lebih, Pemerintah Kota Jambi belum pernah merasakan WTP. Tahun kedua adalah tahun evaluasi untuk Pemerintah Kota Jambi. “Masih ada catatan yang harus kita benahi. Kembali kami meminta bantuan BPKP untuk mendampingi kami. Tahun 2019 kami masih WTP, 50 persen merupakan peran BPKP Provinsi Jambi,” tambahnya.