Pegawai BPKP DIY Berkomitmen Jaga Integritas

Kepala Perwakilan BPKP DIY, Slamet Tulus Wahyana mengungkapkan bahwa integritas merupakan suatu bentuk yang berhubungan dengan etika, moral, dan komitmen. Kita membutuhkan pemahaman yang jelas tentang konsep integritas, karena integritas berhubungan dengan kualitas pribadi seseorang.  Kualitas yang baik dan benar terhadap diri sendiri. Integritas dibutuhkan oleh setiap organisasi, termasuk BPKP.

BPKP membutuhkan jaminan bahwa setiap personil di dalamnya harus berintegritas dan dapat dipercaya. Selain itu, BPKP menaruh kepercayaan disetiap personilnya agar dapat menjalankan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab dan selalu menjaga komitmen. Penandatanganan pakta integritas harus dilakukan, karena merupakan dokumen yang berisi janji kepada diri sendiri tentang komitmen untuk menjalankan tugas, fungsi dan wewenang sesuai peraturan perundang-undangan. Penandatanganan pakta intergritas tidak hanya seremonial belaka tetapi dapat diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Suwartomo memberikan pembekalan guna mempertebal niat seluruh pegawai untuk terus menjaga integritas. Bagi Suwartomo, penandatanganan Pakta Integritas merupakan acara yang sangat penting dalam rangka menjaga eksistensi dan kepercayaan terhadap organisasi BPKP. Integritas adalah bagaimana kita membuat komitmen untuk melaksanakan aturan perilaku sebagai pegawai BPKP. Aspek-aspek yang tertuang dalam Buku Aturan Perilaku Pegawai BPKP adalah dalam rangka memberikan pengabdian yang tulus kepada negeri tercinta. Didalamnya mengatur bagaimana upaya kita melaksanakan tugas dengan akuntabel, jujur, tepat waktu, efisien, dan efektif. Buku Aturan Perilaku Pegawai BPKP juga mengajarkan pegawai untuk hidup sederhana, menjaga kesehatan jasmani dan rohani, menjauhi  tindakan KKN, suap dan sifat-sifat yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu juga memberikan contoh yang baik kepada keluarga, masyarakat, dan instansi yang lain.

Pakta integritas mendorong kita untuk kita menjaga kepercayaan/trust baik secara individu maupun secara institusi. Pakta integritas selalu mengingatkan kepada kita pentingnya menjaga trust dalam mengemban tugas institusi demi tercapainya tujuan negara. Suwartomo menyampaikan kiat-kiat untuk menjaga integritas. dengan mencontoh tokoh yang bisa dijadikan panutan dalam  menjaga integritas seperti falsafah kepemimpinan Ki Hajar Dewantara "Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karsa, tut wuri handayani". Selain itu Buku Saku Aturan Perilaku, nilai-nilai PIONIR, dan 5 As juga menjadi panduan dalam menjaga integritas pegawai BPKP.

(Humas BPKP DIY/ros)