SIA BUMDes Perkuat Tata Kelola Keuangan BUMDesa

Senada dengan hal tersebut, Bupati Kolaka Timur Tony Herbiansyah mengimbau seluruh Pengurus BUMDesa untuk menetapkan tujuan pengelolaan BUMDesa, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara Yan Setiadi juga menyampaikan tiga larangan untuk bagi Pengurus BUMDesa. "Pertama, jangan asal meniru, BUMDesa harus memanfaatkan potensi dan kebutuhan desanya. Kedua, jangan boros dan hindari pengeluaran yang tidak diperlukan, BUMDesa harus efektif dan efisien dalam mengunakan dananya. Ketiga, jangan plin-plan dalam menjalankan operasional BUM Desa, harus konsisten sesuai dengan AD-ART BUMDesa," ujarnya. 

Ia melanjutkan, "Dana Desa memiliki daya pikat yang menarik banyak pihak, namun hanya masyarakat desa lah yang berhak untuk 'meminangnya', di antaranya melalui BUMDesa yang diharapkan dengan  Dana Desa mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan, dan pemerataan ekonomi desa.”

Di lain pihak, Bupati Kolaka Timur juga mengucapkan terima kasih kepada Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara atas kegiatan consulting yang diberikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur dan berharap akan terus berlanjut dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya, khususnya dalam peningkatan tata kelola BUMDesa.

Sejak tahun 2017, Pemerintah Desa di Kolaka Timur telah melakukan penyertaan modal kepada BUMDesa. Hingga saat ini, 117 BUMDesa yang ada di Kabupaten Kolaka Timur telah mendapatkan Penyertaan Modal Desa lebih dari Rp200 juta sehingga perlu dilakukan perbaikan dan peningkatan pengelolaan keuangannya. Dalam acara sosialisasi yang dihadiri oleh 77 BUMDesa dan Tenaga Pendamping Desa, dilakukan simulasi penginputan transaksi penerimaan kas, pengeluaran kas yang terdapat pada BUMDesa Karya Bersama, Desa Mekar Jaya dalam Aplikasi SIA BUMDesa hingga menghasilkan laporan keuangan.

Pada sosialisasi ini pun terungkap kendala Pengurus Operasional BUMDesa yang masih kesulitan dalam menyusun Laporan Keuangan BUMDesa. Hal tersebut disebabkan tidak adanya aturan atau standar yang jelas untuk dipedomani. Para peserta menyambut baik Aplikasi SIA BUMDesa dalam pengelolaan keuangan dan mengharapkan akan ada kegiatan selanjutnya untuk memperdalam pengetahuan akan aplikasi SIA BUMDesa. Adapun hal-hal masih harus diperbaiki dalam pencatatan transaksi BUMDesa, yaitu transaksi yang berhubungan dengan piutang, utang dan persediaan. Penatausahaan Aset Tetap BUMDesa, khususnya pengakuan dan kebijakan penyusutan, juga perlu dilakukan.

“Selamat bekerja, tetap memegang amanah, tetap berakuntabilitas, jangan masuk penjara, ayo maju bersama,” pesan Yan kepada peserta saat menutup acara sosialisasi.(dod/stk)