KPK dan BPKP Bersama-sama Tingkatkan Kapabilitas APIP

Kegiatan diselenggarakan di Aula Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan dengan dihadiri oleh Widiartha Wahyu Pasha selaku Koordinator Eksternal Pusat Edukasi Anti Korupsi KPK dan dibuka oleh Arman Sahri Harahap selaku Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan. Peserta yang hadir sebanyak 64 orang berasal dari 32 Inspektorat di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya, Widiartha Wahyu Pasha menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia dalam mencegah terjadinya korupsi. Menurutnya, berdasarkan data statistik KPK, jenis korupsi tertinggi adalah suap dan hal tersebut erat kaitannya dengan kegiatan pengadaan barang dan jasa. "Oleh karena itu, penting bagi APIP untuk meningkatkan pengetahuan mengenai PBJ dan meningkatkan moralnya dalam menghadapi bahaya korupsi pada pengelolaan keuangan daerah," ungkapnya. Ia berharap, kegiatan workshop ini dapat menambah ilmu seputar PBJ serta berbagai kiat-kiat terkait dengan PBJ.
 
Pada kesempatan berikutnya, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Selatan, Arman Sahri Harahap, menyampaikan dua modus penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa, yakni pengaturan harga dan  mark-up. "Di sinilah peran APIP diharapkan untuk mengawasi pengelolaan keuangan daerah dengan mengedepankan independensi dan integritas," jelas Arman. Ia berpesan agar peserta yang hadir dapat memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh KPK dengan sebaik-baiknya untuk belajar dan menyerap ilmu guna meningkatkan kapasitas APIP dalam mengawal pengelolaan keuangan daerah. (jer)