Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Sultra Fokus Terapkan MR dan PIBR
19 Nopember 2019 10:46:58 / sultra1 / dibaca: 1002 kali / Kat: Sosialisasi/Workshop

Kendari (12/11) - “Keberhasilan pengelolaan risiko antara lain sangat dipengaruhi oleh dukungan pimpinan terhadap Pengelolaan/Manajemen Risiko (MR) dan Pengawasan Intern Berbasis Risiko (PIBR), adanya sinergi antar OPD, dan pemahaman yang baik atas proses pengelolaan risiko bagi manajemen dan APIP-nya.” Pernyataan tersebut di atas mengemuka dalam acara yang diselenggarakan di Aula Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara, yang dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara Yan Setiadi, didampingi oleh dua pejabat dari BPKP Pusat, yaitu Kasubdit Pembinaan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Daerah Nani Ulina Kartika Nasution, dan Kasubdit Pembinaan Kapabilitas  Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Daerah Rini Wartini.

Dalam sambutannya, Yan Setiadi menyampaikan pentingnya pengelolaan risiko dan Pengawasan Intern Berbasis Risiko (PIBR) dalam rangka mengawal pencapaian tujuan pemerintah daerah.  Keberhasilan pengelolaan risiko antara lain sangat dipengaruhi oleh dukungan pimpinan terhadap pengelolaan risiko dan PIBR, adanya sinergi antar OPD, dan pemahaman manajemen serta APIP atas proses pengelolaan risiko.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai Gambaran Umum Pengelolaan Risiko dan PIBR oleh Kasubdit Pembinaan SPIP Daerah dan Kasubdit Pembinaan APIP Daerah, workshop dan simulasi pengelolaan risiko pemerintah daerah yang meliputi Risiko Strategis Pemda, Risiko Strategis OPD, dan Risiko Operasional. Pada saat yang sama, peserta dari Inspektorat Provinsi Sulawesi Tenggara mengikuti workshop PIBR. Selaku narasumber dalam workshop tersebut adalah PFA dari Kedeputian Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah didampingi oleh PFA dari Bidang Pengawasan Akuntabilitas Pemerintah Daerah Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara. Beberapa pembelajaran yang dapat diperoleh selama pelaksanaan workshop antara lain adalah pentingnya pemahaman atas proses bisnis pada masing-masing OPD, pentingnya keselarasan dan kejelasan dokumen perencanaan dalam pengelolaan risiko,  serta keberhasilan pengelolaan risiko selain ditentukan oleh proses pengelolaan risiko juga  didukung oleh adanya budaya risiko dan struktur/sistem pengelolaan risiko.

Acara workshop tersebut berlangsung selama 3 hari dimulai pada tanggal 12 November 2019 dengan peserta  yang terdiri dari Pejabat dan Pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang mewakili beberapa OPD, di antaranya Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Dinas Cipta Karya, Dinas Bina Marga, DPMPTSP, Bappeda, BPKAD, dan Inspektrorat. Rangkaian acara ditutup oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara yang didampingi oleh Inspektur Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Gusti Pasaru.

Gusti Pasaru dalam arahannya menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan mengimplementasikan pengelolaan risiko dan PIBR di lingkungan Pemda, dan diharapkan pejabat/pegawai yang mengikuti workshop dapat menjadi penggerak di lingkungan Pemda dan lingkungan OPD masing-masing. BPKP Sultra siap menjadi mitra pendamping dalam implementasi MR dan PIBR pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. (AD/Stk)



Share      

Berita Terkait:

09 Desember 2019 11:12:36 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Sosialisasi/Workshop
BPS Woro-Woro Survey Penduduk 2020
09 Desember 2019 09:22:51 / gorontalo / dibaca: kali / Kat: Sosialisasi/Workshop
SPIP Bukan Sistem Formalitas
05 Desember 2019 08:04:12 / gorontalo / dibaca: kali / Kat: Sosialisasi/Workshop
BPKP Gorontalo Sosialisasikan Evaluasi Zona Integritas WBK dan WBBM
03 Desember 2019 14:14:02 / sultra1 / dibaca: kali / Kat: Sosialisasi/Workshop
SIA BUMDes Perkuat Tata Kelola Keuangan BUMDesa
02 Desember 2019 08:46:38 / gilang / dibaca: kali / Kat: Sosialisasi/Workshop
BPKP dan STAR Siap Kembangkan Manajemen Talenta APIP