Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Rapat Kerja Komite IV DPD RI Bahas Pengawasan Keuangan Desa
06 Nopember 2019 09:48:19 / adminkita / dibaca: 749 kali / Kat: Siskeudes

Jakarta (4/11) - Untuk pertama kalinya, BPKP dan Komisi IV DPD RI menggelar rapat kerja membahas pengelolaan keuangan desa melalui Siskeudes. Memenuhi undangan tersebut, Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah (PKD) Dadang Kurnia hadir beserta jajarannya.

Komite IV DPD RI membidangi APBN, pajak dan pungutan lain, perimbangan keuangan pusat dan daerah, lembaga keuangan dan perbankan, koperasi, UMKM, statistik, BUMN, investasi,  dan penanaman modal. Terhadap pengawalan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa yang dilakukan oleh BPKP, Komite 4 DPD RI menaruh perhatian besar dan mengapresiasi pelaksanaan tersebut. Rapat diawali dengan paparan oleh Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan (PKD) mengenai latar belakang dan perkembangan aplikasi Siskeudes hingga capaian implementasinya yang mencapai 92,09% per 25 Oktober 2019.

“Kami coba menggambarkan sebetulnya keuangan desa itu kalau yang diberitakan banyak itu Dana Desa yang dari APBN melalui kabupaten/kota, tetapi juga ada tujuh sumber yang sebetulnya dikelola oleh desa tersebut,” jelas Dadang. Ketujuh sumber dana desa tersebut, yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Desa dari APBN, alokasi Dana Desa dari APBD Kab/Kota, bagi hasil pajak/retribusi dari APBD kab/kota, bantuan keuangan provinsi dari APBD provinsi, bantuan keuangan kab/kota dari APBD kab/kota, dan lain-lain pendapatan desa yang sah dari masyarakat/pihak III.

BPKP bersama dengan Kementerian Dalam Negeri mengembangkan aplikasi Siskeudes yang membantu aparat desa dalam mengelola keuangan desa. Lebih jauh, BPKP juga bekerja sama dengan Irjen Kemendagri mengembangkan aplikasi Siswaskeudes yang membantu Inspektorat dalam memantau aliran dana dan transaksi keuangan desa sebelum pengawasan ke lapangan.

Dadang mengatakan bahwa dengan adanya aplikasi tersebut, apparat desa tidak perlu kesulitan memahami kompleksitas transaksi keuangan. “Siskeudes akan mempermudah keuangan desa agar terintegrasi. Di samping itu, adanya built in control sehingga aparat desa tidak bisa mengeluarkan uang kalau tidak ada anggarannya. Kami juga memproduksi petunjuk pelaksanaan implementasi manual supaya bisa teman-teman aparat mudah membaca dan mengimplementasikan,” tambahnya. Adapun untuk kesinambungan pengembangan dilakukan secara terpusat di BPKP Pusat agar setiap perubahan-perubahan berlangsung di satu tempat.

Di akhir rapat kerja didapat kesimpulan bahwa Komite IV DPD RI dan BPKP sepakat untuk bersinergi dalam pengawalan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa yang akan ditindaklanjuti dengan kerja sama yang akan dibahas pada kesempatan selanjutnya.

(Tim Humas BPKP Pusat)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            



Share      

Berita Terkait:

15 April 2020 16:01:48 / kalteng1 / dibaca: kali / Kat: Siskeudes
BPKP Kalteng Optimalisasi Pendampingan Aparat Desa via Daring
16 Maret 2020 10:42:10 / babel2 / dibaca: kali / Kat: Siskeudes
Komite IV DPD RI Apresiasi Peran BPKP
13 Maret 2020 14:59:33 / sulbar1 / dibaca: kali / Kat: Siskeudes
Bincang Malaqbi Bahas Pengawalan Akuntabilitas Keuangan Desa
09 Maret 2020 09:21:02 / bali1 / dibaca: kali / Kat: Siskeudes
Jembrana Kelola Dana Desa dengan Aplikasi Siskeudes Online
05 Maret 2020 13:28:43 / sumut1 / dibaca: kali / Kat: Siskeudes
Gubernur Sumut Dorong Kreativitas Penggunaan Dana Desa