Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Maturitas SPIP Kabupaten Lebong Level 3, Pertama di Provinsi Bengkulu
06 September 2019 08:25:48 / bengkulu1 / dibaca: 858 kali / Kat: SPIP

Tubei (2/9) - Kepala Perwakilan BPKP Gumbira Budi Purnama memenuhi undangan Bupati Lebong dalam membahas hasil quality assurance atas self-assessment penilaian maturitas SPIP pada Pemerintah Kabupaten Lebong di Gedung Bina Praja. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Staf Ahli Bupati, Sekretaris Daerah, Asisten II, Inspektur, para Kepala OPD dan Camat. Pada acara tersebut Gumbira didampingi oleh Korwas APD Sihono dan Korwas Investigasi Parluhutan Sinaga.

Bupati Lebong Rosjonsyah memberikan arahan terkait tingkat maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten Lebong yang telah mencapai level 3 setelah melewati beberapa tahapan penilaian, mulai dari self-assessment oleh Inspektorat Kabupaten Lebong, reviu hasil penilaian self-assessment oleh Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu, serta quality assurance oleh Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. “Terima kasih kepada BPKP dan seluruh pihak yang telah membantu pencapaian level 3 maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten Lebong sehingga menjadi yang pertama di Provinsi Bengkulu. Kita harus menjaga SPIP agar tidak turun nilainya, bahkan kita targetkan untuk dapat mencapai level 4,” ujar Rosjonsyah.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu memberikan ucapan selamat atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Lebong dalam mencapai tingkat maturitas SPIP level 3. “Pencapaian ini terutama karena adanya komitmen yang tinggi dari Kepala Daerah untuk menyelenggarakan SPIP,” ungkap Gumbira. Dalam kesempatan tersebut, Gumbira menghimbau Pemerintah Kabupaten Lebong untuk memperkuat SPIP dengan meningkatan kapabilitas Inspektorat yang saat ini telah mencapai level 2 ke level 3 karena Inspektorat (APIP) adalah salah satu penunjang utama SPIP, menerapkan Fraud Control Plan untuk pencegahan kecurangan/korupsi,  terus memperbaiki tata kelola dengan menerapkan aplikasi SIMDA Terintegrasi, optimalisasi pendapatan asli daerah, kompilasi 100% laporan keuangan desa dengan aplikasi SISKEUDES, dan implementasi aplikasi SIA BUMDes di seluruh BUM Desa.

Sebagai bentuk apresiasi, Rosjonsyah memberikan piagam penghargaan kepada Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu atas peran serta dalam tata kelola dan pendampingan penyusunan laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong Tahun 2018 sehingga mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan.



Share      

Berita Terkait:

14 Oktober 2019 10:10:46 / ntt1 / dibaca: kali / Kat: SPIP
BPKP NTT Hadiri Rakerda PDAM/Perumda Air se-Provinsi NTT
14 Oktober 2019 08:40:50 / kepri1 / dibaca: kali / Kat: SPIP
Membangun FEWS bersama Pemkab Natuna
01 Oktober 2019 12:11:12 / bengkulu1 / dibaca: kali / Kat: SPIP
Percepat SPIP Level 3, BPKP Bengkulu Undang Sekda dan Inspektur Ikuti Workshop
25 September 2019 09:42:35 / diy1 / dibaca: kali / Kat: SPIP
BPKP DIY Lakukan FRA Reforma Agraria pada Kantor Wilayah BPN DIY
25 September 2019 09:19:26 / jabar1 / dibaca: kali / Kat: SPIP
Tiga Langkah Pemkab Hadapi Tantangan Zaman