Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Kejagung RI Lakukan Studi Tiru Manajemen Laboratorium Komputer Forensik BPKP
23 Agustus 2019 11:17:18 / adminkita / dibaca: 2666 kali / Kat: Kementerian/Lembaga

Jakarta (21/8) - Perkembangan teknologi informasi selain mempermudah kehidupan manusia juga memunculkan kejahatan baru. Computer crime, seperti akses secara ilegal dan pencurian data, serta computer-related crime, seperti pencurian, pornografi, narkoba, dan korupsi, merupakan contoh kegiatan yang memanfaatkan komputer sebagai alat merencanakan, melaksanakan, dan menyimpan hasil kejahatan.

Merespon hal tersebut, UU Tipikor dan UU ITE mengizinkan informasi dan/atau data elektronik menjadi alat bukti hukum yang sah dan bisa digunakan dalam hukum acara di Indonesia.

Deputi Bidang Investigasi BPKP telah membangun Laboratorium Komputer Forensik yang membantu Aparat Penegak Hukum untuk mendapatkan bukti dokumen elektronik. Laboratorium Komputer Forensik sendiri telah berkali-kali berhasil membantu mengungkap kasus tindak pidana korupsi bersama-sama dengan penyidik dengan menyediakan bukti analisa terhadap barang bukti elektronik.

Hal ini mendorong beberapa kementerian, lembaga, dan institusi lainnya melakukan studi tiru manajemen forensik digital BPKP, salah satunya dari Tim Direktorat E Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI.

Rombongan Kejagung RI dipimpin oleh Direktur E Jamintel Kejaksaan Agung RI Ade Adhyaksa dan diterima oleh Direktur Investigasi IV Buntoro, Kasubdit Forensik Digital dan PKPBI Totok Prihantoro, beserta jajarannya di Kantor Pusat BPKP.

“Studi tiru ini menjadi sarana sharing knowledge terkait peran forensik digital dalam tindak pidana korupsi, serta sarana membangun jejaring antar instansi,” ujar Buntoro membuka acara.

Lebih lanjut, Totok menjelaskan mengenai manajemen forensik digital BPKP.

“Ada dua aktivitas yang dilaksanakan, yaitu digital forensic dan digital investigation,” papar Totok saat sharing session.

Digital forensic adalah pengumpulan informasi/bukti audit dari media digital yang digunakan dalam proses bisnis auditan. Sementara itu, digital investigation adalah kegiatan investigasi terhadap rangkaian data digital yang relevan dengan permasalahan yang diaudit. Totok menyatakan bahwa pengguna layanan computer forensic ini selain Aparat Penegak Hukum, juga auditor BPKP dan APIP lainnya. Setelah sharing, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Laboratorium Komputer Forensik.

 

(Tim Humas Pusat BPKP)



Share      

Berita Terkait:

10 Juli 2020 09:41:08 / malut1 / dibaca: kali / Kat: Kementerian/Lembaga
BPKP Malut Raih 2 Penghargaan dari KPPN dan KPKNL Kota Ternate
10 Juli 2020 09:08:51 / sulsel1 / dibaca: kali / Kat: Kementerian/Lembaga
BPKP Fasilitasi Penyerahan Aset Daerah Pemprov Sulsel
09 Juli 2020 15:55:22 / maluku1 / dibaca: kali / Kat: Kementerian/Lembaga
Dua Menteri dan Kepala BNPB Bahas Soal Covid-19 di Maluku
02 Juli 2020 16:11:03 / sulsel1 / dibaca: kali / Kat: Kementerian/Lembaga
Rakorwas Penanganan COVID-19 Sulawesi Selatan
27 Juni 2020 09:56:10 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Kementerian/Lembaga
BPKP Siap Bersinergi dengan BNN