Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Roundtable Discussion Peningkatan Pengetahuan MR Pengawasan
16 Mei 2019 12:57:12 / adminkita / dibaca: 3250 kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial

Jakarta (15/5) - Untuk meningkatkan kinerja profesi para APIP, BPKP kembali menggelar acara Roundtable Discussion 2019 & Wisuda Sertifikasi Profesi Manajemen Resiko yang diikuti oleh 86 lulusan ahli, pejabat struktural, dan para tamu undangan dari kementerian atau lembaga lain di Auditorium Gandhi Kantor Pusat BPKP. Acara ini digelar setiap tahunnya atas kerja sama dengan Lembaga Profesi Manajemen Risiko (LSPMR). Adapun sertifikat yang didapatkan para lulusan, di antaranya Certified Risk Management Officer (CRMO), Certified Risk Management Professional (CRMP), dan Certified Risk Governance Professional (CRGP).

Pemukulan gong yang dilakukan oleh Sekretaris Utama BPKP Dadang Kurnia menjadi tanda dibuka dan diresmikannya acara Roundtable Discussion 2019 & Wisuda Sertifikasi Profesi Manajemen Risiko. Selain pemukulan Gong, Dadang beserta Ricardo A. Pardede selaku Ketua Pengurus LSPMR, dan Asesor Uji Kompetensi LSPMR Ratih Kusmartiwi, memberikan penyematan pita simbolis kepada beberapa lulusan  yang diwakilkan oleh R. Purwoko Prihtjahjono sebagai penerima sertifikasi CRGP, Ernadhi Sudarmanto penerima sertifikasi CRMP, dan Goris Suhendra penerima sertifikasi CRMO.
 
"Dengan terciptanya budaya risiko diharapkan tumbuh suatu konsepsi bersama mengenai risiko organisasi dan bagaimana elemen organisasi berperilaku terkait risiko-risiko tersebut. Dengan begitu, upaya memitigasi risiko diharapkan dapat dijalankan dengan harmonis dan terintegrasi oleh seluruh elemen organisasi," ujar Dadang saat membacakan Keynote Speech Kepala BPKP Ardan Adiperdana.
 
Dengan dilaksanakannya acara tersebut diharapkan dapat menambah wawasan para APIP mengenai pengelolaan risiko pengawasan keuangan dan pembangunan pemerintahan yang baik. Selain itu, para APIP diharapkan dapat memperbaiki sistem budaya kerja pemerintahan agar lebih transparan. "Budaya kerja yang buruk bisa diubah menjadi lebih baik apabila kalian bisa merubah kebiasaan buruk itu. Karena sejatinya, budaya kerja itu dipengaruhi oleh tone at the top, values, belief, management focus, routines, dan rituals.


Share      

Berita Terkait:

18 Juli 2019 08:44:08 / jateng1 / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
IAI Jateng Gelar Seminar Audit Kinerja Sektor Publik
16 Juli 2019 10:01:42 / sulsel1 / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Kaper BPKP Sulsel Buka Rapat Anggota IAI Sulsel
11 Juli 2019 12:32:39 / gorontalo / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Kaper BPKP Gorontalo Hadiri Pengantar Tugas Kajati Gorontalo
26 Juni 2019 17:30:32 / nurjana / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Menuju Era Digital, KBI BPKP Bijak Menggunakan Internet
24 Juni 2019 20:23:27 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Seru Sekeluarga di Riung Keluarga BPKP 2019