Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Presiden RI: Laut dan Samudra adalah Masa Depan Kita
01 Nopember 2018 10:16:19 / bali1 / dibaca: 205 kali / Kat: Presiden

Bali (29/10) - Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan akbar “Our Ocean Conference” (OOC) tahun 2018 yang dilaksanakan di Nusa Dua Convention Centre pada 29-30 Oktober 2018. Dihadiri sekitar 1.908 peserta yang terdiri dari stakeholder kelautan dan perikanan, mulai dari sektor swasta, akademisi, mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat hingga kepala negara dan pemerintahan dari berbagai negara.

Description: http://www.bpkp.go.id/public/upload/unit/bali/images/Siskeudes-Karangasem.gifKonferensi ini merupakan gelaran ke-5 dan dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Hadir pada kesempatan tersebut di antaranya Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, dan Staf Khusus Presiden Johan Budi.

Kepala BPKP Ardan Adiperdana beserta Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali Ari Dwikora Tono dan tim ikut hadir dalam pengawalan dan pendampingan akuntabilitas dan tata kelola kegiatan Our Ocean Conference 2018.

Gelaran konfrensi ini menjadi bukti kuatnya komitmen Indonesia sebagai negara poros maritim dunia dalam menghadapi isu penangkapan ikan ilegal. Bertemakan "Our Ocean Our Legacy," (Laut Kita, Warisan Kita), OOC 2018 akan memprioritaskan kerja sama maritim di enam fokus: penanganan polusi kelautan, perlindungan area maritim, penangkapan ikan berkelanjutan, dampak perubahan iklim terhadap laut, Blue Economy, dan keamanan maritim.

Dalam pidato pembukaan, Presiden Jokowi mengatakan bahwa laut dan samudera adalah masa depan kita. Lebih dari 90% total volume perdagangan dunia di mana 40% di antaranya dilakukan melewati laut. Data Food and Agriculture Organization menyebutkan bahwa jumlah ikan yang diambil secara ilegal dari lautan Indonesia mencapai 26 juta ton atau senilai sekitar USD 10-23 miliar pada 2014.

Laut adalah tumpuan dunia. Hampir setengah penduduk dunia atau sekitar 3,2 miliar manusia hidup dalam radius 100 km dari lautan. “Ratusan juta manusia hidup tergantung pada sektor perikanan dan rantai pasoknya. Belum lagi sumber alam lain yang terkandung di laut. Itulah gambaran pentingnya laut bagi kehidupan kita dan masa depan umat manusia,” ucap Jokowi.

Jokowi mengajak semua negara di dunia untuk bekerja sama dalam mencapai sustainable development goals, khususnya terkait perlindungan laut dan melakukan revolusi mental. "Satu negara tidak dapat menangani tantangan yang kita hadapi, satu negara tidak dapat mengoptimalkan manfaat laut bagi masyarakat dunia," ujar Joko Widodo.

Kepada para stakeholders yang hadir di OOC 2018, Jokowi mengatakan, kita semua harus berani membuat komitmen dan mengambil langkah-langkah konkrit, yang dimulai dari diri kita masing-masing, yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas, dan berdampak nyata terhadap perlindungan laut. Sesuai dengan tema acara, Presiden berharap hasil konferensi ini bisa menghasilkan komitmen dan kesepakatan yang memprioritaskan laut adalah bagian dari kehidupan semua orang.



Share      

Berita Terkait:

28 September 2018 12:58:43 / kaltim1 / dibaca: kali / Kat: Presiden
Dorong Percepatan Pembangunan Jalan Tol Balikpapan - Samarinda
03 September 2018 14:18:26 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Presiden
Kunjungan DIY, Presiden Jokowi Tinjau Pemanfaatan Dana Desa di Sleman
28 Agustus 2018 08:43:01 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Presiden
Presiden Instruksikan BNPB Usulkan Anggaran Dana Pembangunan Rumah Korban Gempa Lombok
21 Agustus 2018 08:25:36 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Presiden
Perkuat Pemerataan, Anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa 2019 Tembus Rp832,3 Triliun
20 Agustus 2018 13:34:09 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Presiden
Pidato di Depan MPR, Presiden Jokowi: Pengangguran Turun Jadi 5,13%, Gini Rasio Turun Jadi 0,389