Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Cegah Korupsi dengan Kelola Risiko Korupsi Terintegrasi
27 September 2018 13:49:52 / adminkita / dibaca: 4857 kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek

Jakarta (25/9) - Auditor harus memiliki kemampuan dalam memitigasi risiko fraud dan mengetahui instrument pengelolaan risiko yang terintegrasi melalui fraud control plan sebagai bentuk pencegahan fraud. Oleh karena itu, guna memperkuat pengtahuan dan menambah pemahaman auditor tentang instrumen pengelolaan risiko , Deputi Bidang Investigasi  BPKP berkerja sama dengan STAR  menyelenggarakan workshop dengan tema “Penguatan SPIP melalui sinergi dan kolaborasi membangun instrumen pengelolaan risiko yang terintegrasi". Forum ini diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk Jakarta pada tanggal 25-27 September 2018. Forum ini dihadiri oleh Korwas  dari seluruh kantor perwakilan BPKP.

Workshop Centre of Excellence for Fraud Solutions: Instrumen Integratif Pengelolaam Risiko Korupsi yang diadakan oleh Deputi Bidang Investigasi BPKP mengusung tema “Penguatan SPIP melalui sinergi dan kolaborasi membangun instrument pengelolaan risiko yang terintegrasi” dengan berkerjasama dengan STAR.

Pada acara tersebut dihadiri oleh Kepala BPKP Ardan Adiperdana, Direktur Investigasi Instansi Pemerintah Arief Tri Hardiyanto, Direktur Investigasi BUMN dan BUMD Agustina Arumsari,  Narasumber Workshop dari Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran serta Koordinator Pengawasan pada Perwakilan BPKP seluruh Indonesia dan para tamu undangan lainnya.

Mengawali acara, Direktur Investigasi Instansi Pemerintah Arief Tri Hardiyanto menyampaikan laporannya selaku penyelenggara. Kemudian, Kepala BPKP memberikan sambutan sekaligus membuka workshop tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, Ardan mengapresiasi kedeputian investigasi sebagai go beyond SPIP yang ada,  karena mencari sebab-sebab  atau risiko terjadinya fraud di luar sistem dan untuk memitigasinya dengan membuat fraud control plan sebagai pencegahan terjadinya Fraud. Ardan juga mengapresiasi para insan centre of excellence yang memakai keunggulannya di bidang investigasi untuk mencegah terjadinya fraud dan memperkaya wawasan tentang bagaimana cara BPKP mengintegrasikan instrument yang ada. Workshop ini dimulai 25 – 27 Desember 2018 menghadirkan narasumber dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanudin dan lainnya. Dengan workshop ini diharapkan auditor memahami instrumen pengelolaan risiko korupsi yang terintegrasi.

 (Humas BPKP Pusat/halim/adi)



Share      

Berita Terkait:

21 Agustus 2019 10:55:56 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
BPKP Beri Saran dalam RDP Pengawasan Pengelolaan Investasi
21 Agustus 2019 08:40:43 / bengkulu1 / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
Dinas Sosial dan PMD Kab. Kepahiang Implementasikan SIA BUM Desa
07 Agustus 2019 09:21:53 / sulsel1 / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
Akuntabilitas Tata Kelola Keuangan dalam Aplikasi SIA BUM-Des
06 Agustus 2019 15:18:14 / sulsel1 / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
BPKP Sulsel Kawal Pengelolaan Aset Desa
31 Juli 2019 10:50:50 / sumbar1 / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
Reviu Tunggakan Tunjangan Kinerja Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Sumatera Barat