Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Jaga dan Pelihara Kesatuan di Tahun Politik
11 Januari 2018 15:42:32 / suryo / dibaca: 194 kali / Kat: Presiden

“Kita harus mampu mengelola kebinekaan kita. perbedaan-perbedaan kita menjadi sebuah kekuatan. kalau kita bisa mengelola perbedaan-perbedaan, kita ini akan menjadi sebuah kekuatan besar,” kata Presiden ketika memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kupang, Senin 8 januari 2018.

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang terdiri atas beragam budaya, adat istiadat, keyakinan, suku, dan bahasa. Namun, perbedaan tersebut hendaknya tidak dijadikan sebagai benih perpecahan, tapi sebagai sebuah kekuatan bersama yang akan menjadikan Indonesia semakin maju.

Lalu, dengan cara apa kita bisa mengelola perbedaan itu? Salah satunya menurut Presiden dapat dilakukan dengan membumikan politik kebangsaan yang berangkat dari kesadaran untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang harmonis dan saling menghargai. Sebab, apapun perbedaan pandangan yang kita hadapi, kita semua tetaplah bersaudara.

“Kita harus menyadari bahwa semua yang ada di Republik ini adalah saudara sebangsa dan se-Tanah Air. Walaupun berbeda-beda kita masih bersaudara. Walaupun berbeda-beda kita tetap bersatu untuk mencapai cita-cita kemerdekaan kita. Walaupun berbeda-beda, kita memiliki tekad yang sama untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berkemajuan,” tuturnya.

Sama halnya dengan Pilkada serentak mendatang, Presiden percaya bahwa masyarakat memiliki pandangan yang sama untuk mewujudkan kehidupan berbangsa yang harmonis di tengah segala perbedaan, termasuk perbedaan pilihan politik.

“Karena kedewasaan politik kita, karena kematangan politik kita, insyaallah dalam memasuki tahapan-tahapan Pilkada ini kita bersama-sama menjaga dan memelihara kesatuan kita. Jangan sampai karena perbedaan pilihan politik antarteman menjadi pecah. Tidak boleh!”ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden mengajak masyarakat untuk turut memilih pemimpin terbaik di tingkat kabupaten, kota, provinsi, atau bahkan pada pemilihan presiden nanti sesuai dengan penilaian dan pilihan masing-masing. Namun, setelah pemilihan berlangsung, jangan sampai kita memelihara kebencian dan menjelekkan satu sama lain.

“Pilihan politik itu berbeda boleh, tetapi setelah itu ya sudah. biarkan pemimpin yang kita pilih bekerja lima tahun. kalau bekerjanya tidak benar, jangan dipilih lagi. kalau baik, pilih lagi. itu saja. jangan sampai emosi kita diaduk-aduk,”ucap presiden. Oleh karenanya, Presiden mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia untuk bersatu padu terlepas apapun pilihan politik mereka. Sebab, sesungguhnya Indonesia masih harus menghadapi persoalan yang jauh lebih besar di masa datang di mana persoalan tersebut hanya dapat dihadapi dengan persatuan bangsa.

“Kita harus bersatu karena kita tengah bersiap menyambut masa depan. Tantangan kita semakin besar. Sekarang Indonesia menyambut berbagai perubahan yang sedang terjadi di dunia. Perubahan sekarang sangat cepat sekali,”tuturnya.

http://presidenri.go.id/berita-aktual/jaga-dan-pelihara-kesatuan-di-tahun-politik.html



Share      

Berita Terkait:

22 Pebruari 2018 11:01:25 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Presiden
Perlu Langkah Inovatif untuk Menarik Investor
20 Pebruari 2018 08:39:05 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Presiden
Presiden Jokowi: Gaji Program Padat Karya Disesuaikan Pasar
15 Pebruari 2018 13:08:49 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Presiden
Presiden Minta Proyek Strategis Nasional 2017 Segera Dirampungkan
15 Pebruari 2018 09:25:13 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Presiden
Sebelum Hadiri Kongres HMI, Presiden Jokowi Tinjau Proyek Padat Karya Tunai di Ambon
15 Pebruari 2018 08:41:32 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Presiden
Bertemu di Istana Merdeka, Presiden Jokowi dan Ratu Maxima Bahas Sistem Keuangan Inklusif