Pelantikan Dewan Direksi TVRI: Menuju TVRI “Jaman Now”

Jakarta (29/11) – Mengakhiri masa bakti Direksi TVRI periode 2012-2017, diselenggarakan pelantikan keenam Dewan Direksi TVRI yang akan melanjutkan tampuk kepemimpinan selama lima tahun ke depan. Acara pelantikan dilaksanakan di Ruang Serba Guna GPO LPP TVRI, Senayan, Jakarta, yang diisi oleh sambutan Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI, Arif Hidayat Thamrin.

Dalam sambutannya, Arif mengapresiasi Dewan Direksi periode 2012-2017 dan Panitia Seleksi (Pansel) Direksi TVRI periode 2017-2022 yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. “Proses seleksi dewan direksi ini sangat tidak mudah. Selain jumlah pendaftar yang banyak, calon peserta harus melewati serangkaian tes mulai dari assessment test, TOEFL test, hingga fit & proper test terbuka”, tutur Arif. Adapun kriteria dalam penilaian dengan metode skoring tersebut adalah aspek kepemimpinan, integritas, visi internasional, inovasi dan terobosan, kualitas konsep program kerja, dan keberanian melalui terobosan.

Dewan Direksi TVRI periode 2017-2022 di antaranya Helmy Yahya (Direktur Utama), Apni Jaya Putra (Direktur Program dan Berita), Isnan Rahmanto (Direktur Keuangan), Supriyono (Direktur Teknik), Tumpak Pasaribu (Direktur Umum), dan Rini Padmirehatta (Direktur Pengembangan dan Usaha). Hadir sebagai saksi dalam pelantikan, Sekretaris Utama BPKP, Dadang Kurnia, memberikan selamat kepada dua orang direksi yang sebelumnya aktif sebagai pegawai BPKP, yaitu Isnan dan Tumpak.

Di tengah era digitalisasi kini, TVRI menghadapi berbagai tantangan dan peluang, seperti public trust masyarakat sebagai TV publik yang independen dan netral dalam menyampaikan informasi serta kondisi laporan keuangan yang masih disclaimer. Pada konferensi pers di akhir acara, Helmy Yahya selaku Direktur Utama TVRI periode 2017-2022 menyampaikan, “Prioritas utama kami adalah rebranding. Kami akan muncul dengan logo baru, warna baru, spirit baru, konten baru, corporate culture baru”. Dan untuk mengatasi masalah pengelolaan keuangan, Isnan menuturkan akan menerapkan sistem cashless, menyelesaikan temuan audit di tahun-tahun sebelumnya, dan penguatan pengendalian intern dalam mengawal keseluruhan proses.

(nad/idiya) end