Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Pentingnya Perencanaan dan Pengawasan bagi Keberhasilan Program
16 Juni 2017 09:36:10 / puslitbang2 / dibaca: 2002 kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek

Dalam pengelolaan program pembangunan, aspek perencanaan-penganggaran dan pengawasan merupakan variabel yang paling penting dalam menentukan keberhasilan sebuah program, dibandingkan dengan variabel yang lain. Pendapat tersebut disampaikan oleh Kodrat Wibowo, pakar kebijakan publik dari Universitas Padjajaran (Unpad), saat berdiskusi dengan Tim Puslitbangwas BPKP, Kamis (15/6) di Kampus Unpad, Bandung.

Menurut Kodrat, perencanaan-penganggaran penting dalam hal konsistensinya. Menurutnya, dalam praktek, kedua aspek tersebut mudah diotak atik, rentan terhadap intervensi, dan perubahannya sangat mempengaruhi aspek pengelolaan program yang lain dan keberhasilan program secara keseluruhan. Sedangkan aspek pengawasan juga penting karena berperan menjamin konsistensi pelaksanaan dengan perencanaan-penganggaran, maupun kebijakan yang terkait dengan program tersebut.

Diskusi tim Puslitbangwas BPKP dengan Kodrat Wibowo dilakukan dalam rangkaian penyusunan instrumen Indeks AP3N, yaitu untuk memperoleh pendapat pakar mengenai pembobotan (weighting) variabel dan dimensi Indeks AP3N. Pembobotan variabel dan dimensi merupakan salah satu tahapan metodologis dalam penyusunan instrumen Indeks AP3N. Tahapan ini cukup krusial karena nantinya sangat mempengaruhi skor hasil pengukuran Indeks AP3N. Untuk itu, agar aspek pembobotan memenuhi kaidah dan kualitas ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, prosesnya dilakukan dengan melibatkan para pakar yang terkait dengan kebijakan, akuntabilitas dan pengelolaan program pembangunan. Pakar yang dilibatkan menggambarkan keterwakilan dari sisi profesi maupun institusi, baik dari internal BPKP maupun dari pihak eksternal, yaitu dari kementerian/lembaga lain, serta dari kalangan akademisi. Beberapa waktu sebelumnya, Puslitbangwas BPKP telah melibatkan pakar akademisi antara lain dari UGM Yogyakarta.

Kodrat Wibowo merupakan dosen Fakultas  Ekonomi Unpad dan peneliti senior bidang ekonomi dengan spesialisasi antara lain di bidang keuangan publik dan perencanaan pembangunan. Selain aktivitas sebagai dosen, Doktor lulusan College of Art and Science, Oklahoma University, Amerika Serikat, tahun 2003 ini banyak diperbantukan sebagai tenaga ahli pada berbagai lembaga pemerintahan, baik pusat maupun daerah, seperti Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF-Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan beberapa SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.  

Berkaitan dengan instrumen Indeks AP3N, Kodrat Wibowo memberikan catatan mengenai perlunya tim Puslitbangwas BPKP membangun indikator yang konkrit dan terukur. Untuk bisa diukur dan menghindari subyektivitas, ia menyarankan agar indikator dibuat dalam bentuk kuantitatif. Apalagi desain pengukuran indeks AP3N nantinya akan melibatkan pihak lain, baik APIP K/L/P maupun pengelola program sendiri melalui metode pengukuran mandiri (self assesment).

(Humas Puslitbangwas: Pakde/Ikeu/Jie)



Share      

Berita Terkait:

19 Juni 2017 14:40:51 / kaltim1 / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
DPW AAIPI Kalimantan Timur Selenggarakan Workshop Telaah Sejawat
19 Juni 2017 10:15:36 / kalbar1 / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
FGD Hasil Audit Kinerja Program JKN Tahun 2016 Prov Kalbar
02 Juni 2017 08:13:20 / riau1 / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
Pemkab Bengkalis Tingkatkan Kapabilitas APIP
17 Mei 2017 16:37:46 / puslitbang2 / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
Indeks AP3N Membuka Cakrawala Baru Pengawasan di Lingkungan Kemenristek-Dikti
17 Mei 2017 16:27:09 / diy1 / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
Puskesmas se-Kabupaten Cilacap Siap Terapkan PPK BLUD


Loading the Player...
Video Lainnya