Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Strategi Komunikasi, Upaya Menjaga Reputasi
13 Juni 2017 13:07:40 / tri_sutrisno / dibaca: 4418 kali / Kat: Sosialisasi

Eksistensi suatu organisasi selain harus didukung kinerja yang prima, juga memerlukan reputasi yang baik. Tantangan bagi organisasi adalah ketika banyak melakukan komunikasi, tanpa didukung kinerja  hanya menjadi pencitraan. Sebaliknya ketika kinerja mumpuni  tanpa komunikasi, maka organisasi tersebut dianggap tidak memiliki reputasi. Upaya mengomunikasikan kinerja BPKP kepada publik memerlukan strategi komunikasi yang efektif. Kedudukan BPKP sebagai Auditor Internal Presiden memerlukan strategi komunikasi publik tersendiri agar reputasi BPKP mengawal akuntabilitas keuangan dan pembangunan diketahui masyarakat.

Kiroyan Partners selaku wakil dari pihak USAID CEGAH bekerja sama dengan BPKP menyelenggarakan  Lokakarya Komunikasi Strategis di Ruang Rapat Lt 3 Gedung BPKP Pusat (9/6). Lokakarya yang diikuti jajaran pimpinan BPKP, Kepala Pusdiklatwas, Kepala Pusinfowas, para Kepala Biro, serta pejabat struktural dan staf Bagian Humas dan HAL, Biro Hukum dan Humas BPKP ini bertujuan memberi pemahaman pada pimpinan dan pengelola komunikasi BPKP mengenai Komunikasi Strategis. Pada akhir lokakarya, diharapkan peserta yang dibagi dalam tiga  kelompok diskusi dapat mengembangkan pesan kunci dan merumuskan rencana komunikasi.

Kepala BPKP, Ardan Adiperdana dalam arahannya menyampaikan bahwa dalam beberapa kesempatan Presiden Joko Widodo selalu meminta kepada seluruh jajaran kabinet agar komunikasi publik untuk terus diintensifkan dan diefektifkan dalam menyampaikan berbagai hasil kerja pemerintahan.  Selama ini ada distorsi, yaitu masyarat tidak menerima informasi yang cukup akurat,  update, dan  tepat waktu.Kantor Staf Kepresidenan (KSP) juga meminta BPKP aktif melakukan komunikasi publik untuk mendukung reputasi pemerintah.

Sebagai auditor internal pemerintah, BPKP memiliki  karakteristik yang berbeda dengan lembaga pemerintahan lainnya. Menyikapi hal tersebut, BPKP menyambut baik kerja sama dengan pihak USAID CEGAH yang diwakili oleh Kiroyan and Partners untuk membantu merumuskan strategi, media, dan konten yang cocok bagi  BPKP untuk dikomunikasikan kepada publik lembaga. Berdasarkan PP No 60 Tahun 2008 tentang SPIP dan Perpres No 192 Tahun 2014 tentang BPKP, tugas inti BPKP merupakan upaya preventif. Namun demikian, masih terdapat juga upaya represifnya, sehingga BPKP memerlukan strategi komunikasi yang tepat.

Jannus O. Hutapea, selaku Direktur dan Ketua Tim Konsultan Kiroyan Partners menyampaikan bahwa, “Kinerja hebat tanpa komunikasi adalah nol”. Setiap organisasi harus mempunyai reputasi, sehingga perlu merumuskan strategi komunikasi. BPKP. Selaku organisasi telah memiliki visi, kepemimpinan, strategi hingga kinerja yang tidak diragukan lagi, BPKP perlu merumuskan  strategi komunikasi yang lebih tepat lagi. “Di dalam komunikasi ini seluruh pimpinan organisasi harus menjadi komunikator yang unggul, tidak cukup hanya mengandalkan Humas/PR” ujar Jannus lebih lanjut. Ungkapan bahwa reality is more powerful (kenyataan lebih berdampak daripada presepsi) menurut Jannus tidak berlaku lagi. Saat ini, persepsi masyarakat   yang paling penting. “Menjaga persepsi tentu kenyataannya kita harus jelas bagus, tetapi kinerja kita harus kita komunikasikan kepada semua orang,” jelas Jannus lebih lanjut.

Verlyana V.H, konsultan senior Kiroyan and Partners, menegaskan bahwa kemampuan berkomunikasi dapat dilakukan semua orang asal mempersiapkan diri. Pesan kunci yang efektif ada tiga, yaitu harus menonjol, sederhana dan berulang. Dengan demikian, siapapun yang bertugas menjadi spokesman/juru bicara harus konsisten dengan pesan kunci.Jangan terpancing agar pesan yang ditangkap tidak bias. Faktor utama yang lain adalah saluran yang tepat  dengan menentukan terlebih dahulu audiensnya.

Selanjutnya, Adi Abidin,  Technical Advisor Kiroyan and Partners menguraikan pentingnya menyusun strategi dan rencana. Dengan merancang strategi dapat mempertimbangkan konteks yang lebih luas, memiliki pandangan jangka panjang, mampu memberi jawaban apa, mengapa dan siapa, tetapi belum mencakup detail aktivitasnya. Dengan demikian, untuk mencapai goal selanjutnya harus menetapkan rencana dimana sifatnya jangka pendek dan memberikan detil tentang kapan dan bagaimana.

Di akhir acara, peserta dibagi tiga kelompok untuk berdiskusi mengembangkan pesan kunci dan merumuskan rencana komunikasi mengenai Akuntabilitas Pemerintahan, SPIP, dan APIP. Diharapkan pesan kunci dan rencana komunikasi yang dihasilkan tiga kelompok ini menjadi pembelajaran untuk membuat pesan kunci dan rencana komunikasi BPKP.

 

(Tim Humas Pusat-Dian, Suryo, Tri, Edi, Nadia-End)NS



Share      

Berita Terkait:

05 Desember 2017 15:02:01 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Sosialisasi
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengawasan yang Berkualitas
05 Desember 2017 11:22:23 / lampung1 / dibaca: kali / Kat: Sosialisasi
Mengawal Pembangunan dan Keuangan Desa dengan SISKEUDES
05 Desember 2017 11:21:56 / puslitbang2 / dibaca: kali / Kat: Sosialisasi
Peningkatan Kualitas Hasil Penelitian dengan Pembinaan dan Koordinasi Litbang
24 Nopember 2017 16:56:08 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Sosialisasi
Tingkatkan Pelayanan, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kolaborasi dan Inovasi
23 Nopember 2017 18:36:26 / tri_sutrisno / dibaca: kali / Kat: Sosialisasi
Imunitas Masyarkat Kunci Pemberatasan Narkoba