Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Pentingnya Keberadaan Indeks AP3N
30 Desember 2016 07:24:00 / jie_litbang / dibaca: 2061 kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek

Sebagaimana maturitas SPIP dan kapabilitas APIP, Indeks AP3N juga merupakan salah satu indikator kinerja utama BPKP dalam Renstra tahun 2015-2019. Ketiga-tiganya juga ditargetkan mencapai level 3 pada tahun 2019. Itu artinya keberadaan Indeks AP3N sama pentingnya dengan maturitas SPIP dan kapabilitas APIP yang sudah berjalan lebih dahulu.  

Untuk itu, agar kepedulian semua pihak  baik intern maupun ekstern BPKP, terhadap ukuran kinerja akuntabilitas pengelolaan program pembangunan ini terus terjaga, maka keberadaan Indeks AP3N harus terus didengungkan, agar implementasinya tidak kendur di tengah jalan. Demikian disampaikan oleh Direktur Pengawasan PKD II BPKP, Bambang Utoyo, saat menjadi narasumber pada pembahasan hasil penelitian Indeks AP3N di Kantor Puslitbangwas BPKP Jakarta, Rabu (28/12).

Lebih lanjut Bambang Utoyo menyatakan bahwa di intern BPKP, Indeks AP3N perlu terus terus dikomunikasikan pada pimpinan BPKP, agar pimpinan segera mendorong implementasi indeks ini di lingkungan rendal kedeputian dan jajaran BPKP di bawahnya. Selain itu, ia juga mengharapkan agar Indeks AP3N juga didengungkan kepada pihak luar BPKP di kementerian/lembaga/pemda melalui upaya memasukkan Indeks AP3N menjadi target dalam renstra masing-masing K/L/P. Dengan demikian, kepedulian K/L/P terhadap upaya peningkatan akuntabilitas pengelolaan program akan meningkat.

Dalam acara tersebut hadir pula narasumber Antar MT Sianturi, auditor madya BPKP yang sebelumnya menjabat Deputi Pencegahan BNN  yang dikenal berpengalaman dalam bidang akuntabilitas. Antar MT Sianturi turut membidangi lahirnya Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang sampai dengan saat ini masih diterapkan dalam penilaian kinerja instansi pemerintah. Terkait dengan Indeks AP3N, Antar Sianturi menyoroti konsep Indeks AP3N yang lebih fokus pada proses pengelolaan. Padahal berbicara mengenai program pembangunan, menurutnya akan lebih menarik bagi Presiden, jika BPKP dapat melaporkan keberhasilan atau kegagalan suatu program pembangunan, bukan prosesnya. Namun demikian ia mengapresiasi instrumen yang sudah dihasilkan oleh Puslitbangwas BPKP dan berharap Indeks AP3N dapat dikembangkan, agar dapat mengukur output maupun outcome program pembangunan nasional.

Kapuslitbangwas BPKP Sumitro mengharapkan dengan pelibatan narasumber yang kompeten sesuai dengan topik masing-masing penelitian dapat meningkatkan kualitas hasil penelitian Puslitbangwas, sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi organisasi BPKP.

(Humas Puslitbang: Pakde/Jie/end)

 



Share      

Berita Terkait:

25 Maret 2017 21:29:43 / puslitbang2 / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
BPKP Libatkan Akademisi untuk Tingkatkan Kualitas Indeks AP3N
23 Maret 2017 08:07:14 / puslitbang2 / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
Pengawasan BPKP Menjadi Bahan Perencanaan Pembangunan Nasional
17 Maret 2017 07:20:53 / puslitbang2 / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
Segera Tuntaskan Penelitian Indeks AP3N
13 Maret 2017 20:25:41 / kalbar1 / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
BPKP Kalbar Tingkatkan Kapabilitas Pengelolaan Keuangan
13 Maret 2017 19:28:43 / puslitbang2 / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
BPKP Kawal Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Swasta