Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Tahun 2017 Momentum Penting Pembinaan SPIP dan APIP
20 Desember 2016 21:26:58 / puslitbang2 / dibaca: 2910 kali / Kat: Sosialisasi

Dalam RPJMN tahun 2015-2019, maturitas SPIP dan level kapabilitas APIP telah ditetapkan sebagai target nasional untuk mencapai level 3, di mana BPKP menjadi lembaga yang sangat terkait dengan kedua target tersebut. Sesuai dengan PP 60 Tahun 2008, BPKP ditetapkan sebagai pembina SPIP dan kapabilitas APIP. Demikian harapan yang disampaikan oleh Kepala BPKP, Ardan Adiperdana, saat menjadi keynote speaker sekaligus membuka kegiatan Seminar Hasil Penelitian Puslitbangwas Semester I Tahun 2016 yang diselenggarakan di Aula Gandhi Kantor Pusat BPKP Jakarta, Senin (19/12).

Sementara itu, mulai tahun 2017 situasi nasional akan disibukkan dengan masa-masa pilkada, sehingga momentum untuk peningkatan maturitas SPIP dan kapabilitas APIP di tahun 2017 tidak dapat berlangsung penuh. Untuk itu, tahun depan, segenap SDM BPKP diharapkan fokus pada upaya mengoptimalkan peran peningkatan maturitas SPIP dan leveling kapabilitas APIP pada kementerian/lembaga/pemda.

Lebih lanjut Ardan menyatakan perlunya memiliki baseline data mengenai kondisi maturitas SPIP dan level kapabilitas APIP di seluruh K/L/P, sehingga arah pembinaan di tahun 2017 bisa lebih fokus dan hasilnya akan lebih efektif. Materi seminar kali ini menjadi relevan dan diharapkan menjadi salah satu rujukan bagi upaya mewujudkan baseline data tersebut.

Tema seminar mengangkat tema tentang “Efektivitas Pembinaan Maturitas SPIP dan Kapabilitas APIP”, yang disajikan oleh Isnan Rahmanto dan Sri Waningsih, dimoderatori oleh Kabid Pemanfataan dan Evaluasi Puslitbangwas BPKP, Jamason Sinaga. Sebagai narasumber pembahas adalah Direktur Pengawasan PKD Wilayah II, Bambang Utoyo, serta Direktur Investigasi Instansi Pemerintah, Ernadhi Sudarmanto.

Seminar diikuti oleh 271 peserta pegawai BPKP pusat serta Perwakilan DKI Jakarta dan Banten. Hadir dalam seminar tersebut, beberapa direktur pada kedeputian BPKP, kepala biro, kepala pusat, serta auditor utama dan pejabat eselon tiga di BPKP pusat.

Kapuslitbangwas BPKP Sumitro selaku penanggung jawab acara dalam sambutannya menyatakan, bahwa seminar bertujuan untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan hasil-hasil litbang, serta mendapatkan umpan balik dan masukan dari peserta, sebagai langkah awal mewujudkan pemanfaatan hasil litbang. Melalui seminar seperti ini, Sumitro juga ingin meyakinkan bahwa penelitian yang selama ini dilakukan oleh Puslitbangwas memang sesuai dengan harapan dan kebutuhan BPKP.Sumitro berharap kegiatan seminar memberikan manfaat untuk meningkatkan kualitas pengawasan BPKP maupun pengawasan intern pemerintah secara nasional.

Pemaparan seminar maturitas SPIP menyoroti efektivitas pembinaan yang selama ini dilakukan BPKP terhadap peningkatan maturitas SPIP, khususnya pada pemerintah daerah. Melalui penelitian ini juga diidentifikasi beberapa kendala yang muncul dan menghambat upaya peningkatan maturitas SPIP tersebut, baik pada sisi pemda sebagai penyelenggara SPIP maupun BPKP sebagai pembinanya. Hasil penelitian menggambarkan data efektivitas pembinaan SPIP berdasar zonasi wilayah Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Indonesia Barat, Indonesia Tengah dan Indonesia Timur. Sedangkan topik kapabilitas APIP memberikan gambaran mengenai berbagai upaya pembinaan kapabilitas APIP yang telah dilakukan BPKP, serta gambaran area-area tertentu yang memerlukan fokus lebih besar agar pembinaan tersebut dapat berjalan lebih efektif.

Ernadhi Sudarmanto secara umum sepakat dengan hasil penelitian yang disampaikan oleh penyaji. Ernadhi menyarankan agar materi pembinaan SPIP bisa fokus pada agenda utama pemimpin daerah, dengan mengemas SPIP secara tematik sesuai dengan program utama daerah, misalnya program pengembangan produk unggulan daerah, program private partnership di daerah dan sebagainya. Secara metode, Ernadhi berpendapat perlunya pelibatan stakeholders yang lebih luas di daerah dalam pembinaan SPIP, misalnya para pimpinan DPRD serta para akademisi di daerah. Terkait dengan pembinaan kapabilitas APIP, ia menyatakan perlunya menuangkan pembinaan kapabilitas APIP dalam Kebijakan Pengawasan Intern Nasional.

Sedangkan nara sumber Bambang Utoyo, menyoroti data pembinaan BPKP yang digunakan dalam penelitian tersebut telah mengalami perubahan signifikan sampai dengan saat ini. Selain itu Bambang Utoyo menggarisbawahi bahwa pemahaman konsep SPIP tidak hanya pada PP 60 Tahun 2008, namun juga framework COSO yang terus mengalami perkembangan sampai dengan saat ini.

Melalui kegiatan seminar ini banyak saran dan masukan yang sangat konstruktif disampaikan oleh beberapa peserta yang dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas hasil litbang.

(Humas Puslitbang : Pakde/Muji/@rye/end)

 



Share      

Berita Terkait:

13 September 2017 08:14:50 / puslitbang2 / dibaca: kali / Kat: Sosialisasi
FGD PuslitbangWas BPKP : “INDEKS AP3N AKAN SEGERA DIIMPLEMENTASIKAN”
08 September 2017 11:26:32 / puslitbang2 / dibaca: kali / Kat: Sosialisasi
Organisasi Sektor Publik Dituntut untuk Efektif dan Akuntabel
25 Agustus 2017 12:00:12 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Sosialisasi
Strategi Komunikasi Publik Transparansi Keuangan Desa di Era Milenial
21 Agustus 2017 18:45:49 / sulbar1 / dibaca: kali / Kat: Sosialisasi
Transparansi Pengelolaan Keuangan untuk Kemajuan Sulawesi Barat
02 Agustus 2017 14:31:26 / suryo / dibaca: kali / Kat: Sosialisasi
Basis Data yang Tepat Dorong Percepatan Pengentasan Kemiskinan


Loading the Player...
Video Lainnya