Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Aset Tersangka Kasus Ilegal Loging Adelin Lis Segera Disita
11 September 2006 00:00:00 / ekobayong / dibaca: 1514 kali / Kat: Audit
Tim Penyidik Polda Sumatera Utara berencana menyita aset milik Adelin Lis, tersangka kasus ilegal logging (pembalakan liar) yang ditangkap di China, Kamis (7/9) lalu. “Penyitaan aset tersangka dari kedua perusahaannya, terkait kasus dugaan money laundering. Namun, jumlah asetnya masih dihitung,” ujar Direktur Reserse kriminal Polda Sumut Kombes Ronny F Sompei.
Menurut Ronny, timnya akan mengajukan permohonan penyitaan kepada Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin. Aset yang akan disita adalah semua yang berhubungan dengan hasil kerja PT Keang Nam Development Indonesia dan PT Inanta Timber Trading Co Ltd yang dimiliki tersangka.
Ditambahkannya, kedua perusahaan pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) di Kabupaten Mandailing Natal itu, disangkakan telah merugikan negara atas kerusakan lingkungan, sehingga penyidik menjerat tersangka dengan pasal dan undang-undang berlapis.
Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) , PT Inanta Timber menimbulkan kerugian negara dari provisi sumber daya hutan (PSDH) sebesar Rp 256,4 miliar dan dari dana reboisasi (DR) sebesar USD2,3juta. Sedangkan PT Keang Nam Development Indonesia, menimbulkan kerugian PSDH, sebesar Rp309,8 miliar ditambah dari DR sebesar USD2,9 juta.
(Sumber: Seputar Indonesia, 11/9)



Share      

Berita Terkait:

01 Juli 2015 14:10:15 / Betrika / dibaca: kali / Kat: Audit
BPKP harus Bangun Kapasitas Internal
23 Juni 2015 13:47:23 / diy1 / dibaca: kali / Kat: Audit
Strategi Pengawasan Bidang Akuntan Negara Kawal Pembangunan Nasional
17 Juni 2015 09:09:46 / kalsel1 / dibaca: kali / Kat: Audit
Kerja sama Audit, Upaya BPKP Tingkatkan Kapabilitas APIP Tanah Bumbu
16 Juni 2015 13:30:04 / kalsel1 / dibaca: kali / Kat: Audit
Ekspose Rencana Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan
12 Juni 2015 18:45:44 / bowo / dibaca: kali / Kat: Audit
DPR RI Dukung BPKP Mengawal Akuntabilitas Dana Desa