Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Jaksa Agung Bantah Lindungi Dua Oknum Jaksa Dalam Kasus Jamsostek
06 Juni 2006 00:00:00 / ekobayong / dibaca: 1687 kali / Kat: Audit
"Tidak ada sama sekali niat untuk melindungi jaksa atas nama kehormatan Korps Kejaksaan," kata Jaksa Agung di Jakarta. Hal itu dikatakannya menanggapi pernyataan sejumlah pihak seperti anggota DPR-RI Trimedya Panjaitan dan Benny K Harman yang menilai berbelitnya penanganan internal kejaksaan atas kasus pemerasan atas jaksa Cecep Sunarto dan Burdju Ronni sebagai upaya Kejaksaan Agung untuk melindungi korps.
Abdul Rahman Saleh mengatakan, kasus dugaan penerimaan uang itu tidak ditangani oleh Majelis Kehormatan Jaksa (MKJ) karena dugaan pelanggarannya adalah jenis kasus pidana.
Menurutnya, pelanggaran kode etik disidangkan dalam peradilan kode etik oleh majelis internal seperti empat jaksa (Jaksa Jeffry Huwae, Ferry Panjaitan, Danu Sebayang dan A. Mangontan) yang menyalahi rencana penuntutan kasus 20 kilogram psikotropika pada terdakwa Hariono Agus Tjahjono sementara untuk pidana murni seperti keterlibatan jaksa dengan narkotika ditangani oleh pengadilan pidana, contohnya Jaksa Hendra Ruhendra (divonis 17 tahun oleh PN Jakarta Selatan).
"Ini bukan untuk melindungi dua jaksa namun semata untuk penegakan hukum," katanya.
Ditambahkannya, dirinya telah memerintahkan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Hendarman Supandji untuk membebastugaskan dua jaksa itu dari penugasannya di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, yang artinya baik Cecep maupun Burdju tidak diperbolehkan menangani kasus hingga tuntasnya kasus dugaan penerimaan uang Rp550 juta itu.
Penanganan dugaan tindak pidana korupsi dua jaksa itu juga akan ditangani oleh Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tim Tastipikor) yang diketuai Hendarman Supandji.
"Penyerahan kasus ini ke Tim Tastipikor sudah tepat karena sejak awal kasus Jamsostek ditangani tim itu," kata Jaksa Agung.
Pada Rabu (31/5), Hendarman mengatakan Tim Tastipikor telah menggelar rapat membahas perkara pidana yang diduga dilakukan Cecep dan Burdju saat menangani perkara korupsi PT Jamsostek atas terdakwa Ahmad Djunaidi.
(sumber: Lampungpost online, 6/6)



Share      

Berita Terkait:

21 Januari 2016 14:38:55 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Audit
Rencana Pengawasan BPKP Kawal Pembangunan Nasional 2016
13 Januari 2016 09:45:39 / polsoskam1 / dibaca: kali / Kat: Audit
BPKP Paparkan Hasil Audit Kinerja Aksesibilitas & Mutu Pelayanan Kesehatan
17 Desember 2015 11:17:28 / adminkita / dibaca: kali / Kat: Audit
Pengelolaan Utang Luar Negeri yang Lebih Efisien
11 Desember 2015 05:41:53 / Betrika / dibaca: kali / Kat: Audit
Mantapkan Pengawasan BPKP Kawal Program Prioritas Pemerintah
06 Nopember 2015 13:38:20 / puslitbang2 / dibaca: kali / Kat: Audit
Membangun Sinergi Pengawasan Lintas Sektoral


Loading the Player...
Video Lainnya