Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Jaksa Mulai Sentuh BPPN
03 Pebruari 2006 00:00:00 / ekobayong / dibaca: 1412 kali / Kat: Audit
Untuk menyelidiki kebenaran dugaan tersebut, kemarin Kejati DKI Jakarta memeriksa mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsjad Temenggung. Dia dimintai keterangan terkait dengan penjualan Pabrik Gula Rajawali III yang dinilai tidak wajar.
Pada Oktober 2003, pabrik gula di Tolangohula, Gorontalo, tersebut dijual jauh di bawah harga pasar, yakni Rp 84 miliar. Harganya jauh dari taksiran sebesar Rp 600 miliar. Diduga kuat, ada ketidakberesan dalam harga itu yang tidak memenuhi asas kepatutan dan kewajaran.
Pemeriksaan Temenggung yang berlangsung sekitar delapan jam itu adalah pemeriksaan pertama. "Sekarang masih penyelidikan. Tapi, sangat mungkin ditingkatkan menjadi tahap penyidikan dan status tersangka. Kita tunggu saja," jelas Kajati DKI Jakarta Rusdi Taher.
Mantan Kajati Bengkulu tersebut menyatakan, pengusutan kasus itu dimulai beberapa bulan lalu. Hal itu dilakukan setelah intelijen Kejati DKI Jakarta menemukan bukti serta kesaksian dugaan penyimpangan tersebut.
Menurut dia, sebelum memeriksa Temenggung, Kejati DKI memeriksa 14 saksi. Empat di antaranya adalah mantan pejabat BPPN. Salah satunya berinisial SS. "Kami akan menangani kasus ini secara proporsional dan profesional. Jangan ada yang main-main dan coba-coba bermain dalam kasus ini," tegas Rusdi yang dulu merasakan teror pembakaran rumah dinasnya gara-gara menangani korupsi di Pemkot Bengkulu tersebut.
Asisten Intelijen Kejati DKI Faried Harianto menambahkan, penyelidikan dilakukan karena locus delicti-nya memang terjadi di Jakarta. "Memang benar asetnya ada di Gorontalo. Tapi, BPPN melakukan transaksi penjualan di Jakarta," jelasnya. (naz)
Sumber : Indpos Online / Jumat, 3 Feb 2006






Share      

Berita Terkait:

14 Januari 2015 18:41:44 / sumut1 / dibaca: kali / Kat: Audit
BPKP Sumut Serahkan Laporan Pendampingan Pengelolaan Dana Bencana Sinabung
24 Desember 2014 10:30:29 / sumut1 / dibaca: kali / Kat: Audit
BPKP Sumut Gelar Rapat Kerja Bahas Strategi Tahun 2015
02 Desember 2014 16:43:19 / tanti / dibaca: kali / Kat: Audit
Pengungsi Eks Timor Timur Mempertanyakan Nasibnya
21 Nopember 2014 17:28:51 / kalsel1 / dibaca: kali / Kat: Audit
Kepala BPKP Kalsel Pantau Program PPIP di Kab. Hulu Sungai Tengah
27 Oktober 2014 18:08:31 / kalsel1 / dibaca: kali / Kat: Audit
Kaper BPKP Kalsel: Pelayanan Kesehatan Dasar Harus Dilaksanakan dengan Hati