Berita Seputar BPKP dan Pengawasan

Aturan Pengadaan Barang Pemerintah Direvisi, BPKP akan Terlibat Penuh
11 Januari 2006 00:00:00 / ekobayong / dibaca: 719 kali / Kat: Audit
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta mengatakan, revisi peraturan itu bukan sekadar untuk mempercepat program pembangunan. Tapi pemerintah juga ingin meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengadaan barang dan jasa yang ditenderkan kepada rekanan dan swasta.
"Itu bukan wacana lagi," kata Paskah di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Jakarta, Senin lalu. Apalagi, kata dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah meminta revisi segera dilakukan dan Bappenas ditugasi untuk menggodoknya. Bahkan prosesnya sudah sampai ke Istana lagi untuk diputuskan oleh Presiden.
Paskah menekankan, revisi aturan ini harus diselesaikan secepatnya guna mendukung berbagai proyek pemerintah yang segera dijalankan awal tahun ini. "Harus selesai Januari ini. Kalau tidak, nanti menghambat proses pelaksanaan proyek departemen."
Sejumlah poin ketentuan yang direvisi adalah, pertama, proses sertifikasi terhadap perusahaan rekanan. Sebelumnya, kata Paskah, proses sertifikasi harus selesai pada 2006, tapi ketentuan baru mengatur sertifikasi diundurkan hingga 2008. "Namun, kami tetap memperbaiki sertifikasi mereka."
Kedua, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa harus melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai pemantau. Jika ada hal yang rawan kecurangan, BPKP akan terlibat penuh sebagai mekanisme audit internal.
Ketiga, proses tender akan dilakukan setransparan mungkin, yakni dengan mewajibkan pengumuman ke publik soal lelang pengadaan barang di surat kabar beroplah besar. "Jadi bukan di koran yang terbit saat tender," ujarnya. Dengan demikian, khalayak luas dapat mengikuti tender tersebut dan masyarakat turut mengawasi proyeknya.
Keempat, ketentuan itu akan melarang pejabat yang menangani proyek mengarahkan agar perusahaan tertentu memenangi tender. Nantinya akan ada proses penawaran yang benar-benar di tempat terbuka, bukan di tempat tertutup seperti sebelumnya. "Kalau perlu, di lapangan, sehingga masyarakat bisa ikut menyaksikan."
Ketentuan lainnya, kata Paskah, pemerintah mempertegas ketentuan tentang sanksi bagi rekanan atau pemenang tender yang tak mematuhi peraturan, termasuk batas waktu pengadaannya. (AGUS SUPRIYANTO)
Sumber : Koran Tempo / Rabu, 11 Jan 2006



Share      

Berita Terkait:

17 April 2014 08:45:43 / bowo / dibaca: kali / Kat: Audit
Seminar Nasional Internal Audit 2014
29 Maret 2014 09:50:36 / kalsel1 / dibaca: kali / Kat: Audit
Kaper BPKP Kalsel Pantau Program Pamsimas
04 Nopember 2013 14:24:44 / kalsel1 / dibaca: kali / Kat: Audit
Raskin Sangat Membantu Ekonomi Keluarga Miskin
25 September 2013 13:09:52 / kalsel1 / dibaca: kali / Kat: Audit
Dana BOK Sebagai Stimulus bagi Kegiatan Puskesmas Lampisu
13 Juni 2013 10:44:00 / sumbar1 / dibaca: kali / Kat: Audit
LKPD Provinsi Sumbar Tahun 2012 Memperoleh WTP