BPKP Bali Dorong Percepatan Penyaluran Bansos Dan Penilaian Maturitas SPIP Terintegrasi

Description: http://www.bpkp.go.id/public/upload/unit/bali/images/Sosialisasi_SPIP.gifDenpasar (5/8) – Dalam rangka koordinasi percepatan Penyaluran Bansos dan penilaian maturitas SPIP terintegrasi dengan APIP, Perwakilan BPKP Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penilaian SPIP Terintegrasi dan Koordinasi Pengawasan Penanganan Covid-19 yang dilakukan secara daring.

Kegiatan Sosialisasi dibuka oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali, Muhammad Masykur dan hadir secara daring Sekretaris Daerah se-Provinsi Bali, Inspektur Daerah se-Provinsi Bali, Satuan Tugas SPIP Tingkat Pemerintah Daerah, dan Admin Aplikasi e-SPIP Tingkat Pemerintah Daerah di Wilayah Provinsi Bali.

Dalam sambutannya, Muhammad Masykur kembali mendorong agar Pimpinan Daerah mempercepat penyaluran bantuan sosial serta jaring pengaman sosial yang bersumber dari APBD sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali serta Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyediaan dan Percepatan Penyaluran Bantuan Sosial dan/atau Jaring Pengaman Sosial yang Bersumber dari APBD.

Lebih jauh Muhammad Masykur mengatakan bahwa BPKP telah melakukan pemantauan penyaluran insentif tenaga kesehatan dan bantuan beras PPKM kepada masyarakat di Wilayah Provinsi Bali. Dari hasil pemantauan, realisasi penyaluran terutama bantuan beras masih cukup rendah. “Dorongan dan koordinasi Bulog dengan transporter agar lebih ditingkatkan dan berkaloborasi dalam mendistribusikan bantuan beras ke daerah-daerah, sehingga distribusi beras dari Dinas Sosial dapat segera tersalurkan”, jelas Masykur.

Terkait penyelenggaran Penilaian Maturitas SPIP Terintegrasi, BPKP berharap seluruh Pemerintah Daerah di Wilayah Provinsi Bali dapat mempertahankan nilai maturitas SPIP yang telah mencapai level 3 bahkan meningkatkannya. Karena kinerja Pemerintah Daerah dinilai sudah bagus yang dibuktikan dengan perolehan WTP secara berulang.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Gambaran Penilaian Maturitas SPIP oleh Koordinator Pengawasan Bidang APD Perwakilan BPKP Provinsi Bali, Adrian Puspawijaya dan Proses Penilaian Maturitas SPIP oleh Komang Indah Mediani.

Kegiatan ditutup dengan melakuan simulasi penggunaan aplikasi e-SPIP oleh Sri Danarto. Aplikasi ini akan digunakan dalam Penilaian Mandiri (PM) dan Penjaminan Kualitas (PK) Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi Tahun 2021. (SLA)